Pedagang Belum Tahu Blok G Pasar Tanah Abang Akan Dibongkar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lahan milik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana di Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Januari 2017. Lahan ini rencananya akan dijadikan tempat penampungan sementara pedagang Pasar Tanah Abang Blok G. Tempo/M Rosseno Aji

    Lahan milik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana di Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Januari 2017. Lahan ini rencananya akan dijadikan tempat penampungan sementara pedagang Pasar Tanah Abang Blok G. Tempo/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pedagang di pasar Blok G Pasar Tanah Abang belum mengetahui rencana pembongkaran gedung tempat mereka berjualan. Mereka mengatakan belum ada pemberitahuan dari pihak PD Pasar Jaya selaku pengelola kawasan Pasar Tanah Abang terkait dengan rencana tersebut.

    Rudi Hartono, pedagang sarung jok mobil di lantai dasar Blok G, mengatakan belum mengetahui rencana Anies Baswedan tersebut. Meski begitu, dia mengatakan tidak keberatan tempat dagangnya dibongkar asal pemerintah menyediakan relokasi yang layak.

    "Kalau dibongkar asal disediakan tempat jualan, saya mau," kata Rudi di Blok G, Rabu, 3 Januari 2018.

    Senada dengan Rudi, Rozali, pedagang kaus di Blok G, juga tidak mengetahui rencana pembongkaran tersebut. Dia mengatakan belum ada sosialisasi dari pengelola soal rencana tersebut. "Belum tahu saya mas," ucapnya.

    Baca: 39 Ribu Akun Paraf Petisi ke Anies untuk Kembalikan Tanah Abang

    Seorang pedagang lain, Ibrahim, sudah mengetahui rencana tersebut dari media. Namun dia mengatakan di antara pedagang, isu pembongkaran itu masih simpang siur. "Saya baca di koran. Kalau dari pengelola, belum ada," kata pedagang sepatu di lantai dua Blok G itu.

    Sebelumnya, PD Pasar Jaya berencana merobohkan pasar Blok G Tanah Abang. Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan keputusan itu diambil setelah melakukan evaluasi terhadap keberadaan gedung itu. "Kami sudah mengkaji konstruksi dan bangunan Blok G, harus dirobohkan," ucap Arief di Balai Kota DKI, Kamis, 21 Desember 2017.

    Menurut Arief, ada sejumlah fasilitas yang perlu diperbaiki. Selain karena usia gedung sudah 30 tahun, fasilitas parkir dan kios di Blok G Tanah Abang sudah tak memadai. Dia merencanakan meratakan gedung itu pada tahun ini. "Pembangunan gedung baru ditargetkan rampung dua tahun," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.