Penemuan Mayat Arsitek, Dokter Sulit Tentukan Penyebab Kematian

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

    Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

    TEMPO.CO, Depok - Polisi kesulitan menentukan penyebab kematian dalam kasus penemuan mayat arsitek Feri Firman Hadi di Depok. Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati Komisaris Besar Edy Purnomo mengatakan timnya kesulitan mengidentifikasi penyebab kematian karena kondisi tubuh korban sudah membusuk.

    "Agak sulit untuk menentukan penyebab kematian karena kondisinya sudah busuk," kata Edy kepada Tempo, Kamis, 4 Januari 2018.

    Menurut Edy, dokter telah melakukan visum terhadap jenazah korban. Saat ini, RS Polri berencana melakukan autopsi tapi menunggu kedatangan keluarga. “Belum ada pihak keluarga yang datang," ujarnya.

    Sebelumnya, polisi mengevakuasi jenazah pria berumur 50 tahun itu dari rumahnya pada pukul 16.40. Feri ditemukan di rumahnya di perumahan Poin Mas Blok Rangkapan Jaya, Depok, Rabu, 3 Januari 2018.

    Jenazah pria bernama Feri Firman Hadi yang berprofesi sebagai arsitek itu telah mulai rusak saat ditemukan. Kepala Kepolisian Sektor Pancoran Mas Komisaris Roni Agus Wowor mengatakan polisi belum bisa menentukan penyebab kematian karena kondisi mayat sehingga melakukan visum.

    Menurut Roni, mayat Feri ditemukan di atas tempat tidur di dalam kamarnya. Warga mulai curiga saat tidak melihat Feri dalam beberapa hari. "Warga berkoordinasi dengan satuan pengamanan kompleks untuk mengecek rumah korban. Ternyata sudah tercium bau menyengat hidung," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.