Penyelundupan 1,3 Ton Ganja, 3 Bandar Yang Lari ke Hutan Diburu

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti 1,3 ton ganja yang diamankan Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, 4 Desember 2018. Beberapa barang bukti lainnya adalah 1 Unit mobil box Mitsubitsi Colt Diesel, 1 Unit mobil Inova, 1 Unit mobil Suzuki Futura, 1 Unit mobil Luxio warna silver, 1 Unit mobil Toyota avanza hitam, 21 buah gawai, 30 Karung arang, 8 buku tabungan, 3 timbangan digital, 3 buah safety box, 1 buah kartu perdana simpati, 1 buah korek gas, 4 buah STNK, BPKB dan kunci kontak. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    Barang bukti 1,3 ton ganja yang diamankan Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, 4 Desember 2018. Beberapa barang bukti lainnya adalah 1 Unit mobil box Mitsubitsi Colt Diesel, 1 Unit mobil Inova, 1 Unit mobil Suzuki Futura, 1 Unit mobil Luxio warna silver, 1 Unit mobil Toyota avanza hitam, 21 buah gawai, 30 Karung arang, 8 buku tabungan, 3 timbangan digital, 3 buah safety box, 1 buah kartu perdana simpati, 1 buah korek gas, 4 buah STNK, BPKB dan kunci kontak. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Suhermanto mengatakan, tiga tersangka pelaku penyelundupan 1,3 ton ganja dari Aceh ke Jakarta melarikan diri ke hutan di Aceh Besar dan Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam.

    Sampai saat ini, para tersangka yang buron tersebut masih di buru polisi. "Mereka orang Aceh, sudah beroperasi lama. Saya juga baru pulang semalam habis mengejar mereka lari ke hutan," kata Suhermanto di kantor Polres Jakarta Barat, Kamis, 4 Januari 2018.

    Dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, kata Suhermanto, ganja-ganja tersebut selain akan didistribusikan di Jakarta, juga daerah lain di Pulau Jawa. Menurut Suhermanto, seorang kurir ganja tersebut mendapatkan imbalan sebesar Rp 100 juta sekali pengiriman.

    Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi menduga para tersangka penyelundupan memanfaatkan kelengahan anggota kepolisian di malam perayaan Tahun Baru. Menurut Hengki, saat itu polisi sedang berfokus dalam pengamanan pergantian tahun.

    "Yang jelas mereka berhasil kita tangkap, kita surveillance dari Jakarta Barat. Kita tangkap di Bakauheni, Lampung," ujar Hengki. Menurut Hengki, pihaknya masih berfokus melakukan pengawasan di tempat hiburan malam dan melakukan pemantauan di Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat.

    "Sudah banyak korban di sana. Tempat yang potensial penyalahgunaan narkoba kita pantau," kata Hengki. Hengki mengatakan, 1,3 ton ganja tersebut akan dimusnahkan usai penyelidikan tuntas. Menurut Hengki, para tersangka penyelundupan telah lima kali melakukan transaksi narkoba. “Tidak hanya ganja, tetapi juga sabu,” kata Hengki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.