Kata Ahli Perencanaan ke Anies Baswedan agar DKI Jadi Kota Dunia

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutannya dalam peresmian unit pasar besar senen blok III dan pasar rakyat di Pasar Besar Senen Blok III, Jakarta, 29 Desember 2017. Anies menghimbau kepada penjual dan pembeli sama-sama menjaga suasana pasar agar tetap bersih, sedap dipandang dan dihirup udaranya. TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutannya dalam peresmian unit pasar besar senen blok III dan pasar rakyat di Pasar Besar Senen Blok III, Jakarta, 29 Desember 2017. Anies menghimbau kepada penjual dan pembeli sama-sama menjaga suasana pasar agar tetap bersih, sedap dipandang dan dihirup udaranya. TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia memberikan sejumlah masukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota dunia.

    "Kami sharing dengan Pak Gubernur mengenai bagaimana kaidah-kaidah kota dunia dan kami mengharapkan Jakarta tumbuh menjadi kota dunia yang kompetitif," kata Ketua Umum IAPI Bernardus Djonoputro di Balai Kota DKI, Kamis, 4 Januari 2018.

    Baca: Anies Baswedan Siap-siap Hapus Larangan Injak Rumput di Monas

    Bernardus mengatakan Jakarta sedang mengalami kemajuan pesat sehingga perlu ada pendekatan teknokratik yang baik di dalam perencanaannya. Kriteria kota dunia itu sendiri di antaranya kota yang berkelanjutan, laik huni, serta nyaman bagi warga tapi juga sesuai daya dukung.

    Menurut Bernardus, Jakarta bisa mencapai ambang batas daya dukung bila tidak ada pembangunan infrastruktur dan perencanaan yang baik. Infrastruktur akan berkaitan dengan mobilitas dan konektivitas antara Jakarta dan kota-kota penyangga.

    Adapun dalam daya dukung, kata dia, harus dijaga dengan mengatur tingkah laku warga DKI. Beberapa di antaranya dengan mengatur pengambilan air tanah, menata jumlah penduduk tiap kilometer persegi, serta menyediakan ruang terbuka hijau dan konservasi untuk meningkatkan daya dukung.

    "Kalau semakin tak terencana (sementara) makin nambah orang, daya dukungnya semakin rendah. Land subsidence harus kita perhatikan," ujarnya.

    Selain daya dukung, Bernardus menyebutkan tantangan lainnya adalah bagaimana menciptakan ruang kota. Sebab, kota dunia harus memberikan ruang hidup yang laik kepada warga di tengah kondisi yang kompleks.

    Tantangan selanjutnya untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota dunia adalah mobilitas. "Bagaimana kota kita lebih efisien dan mempunyai sarana prasarana supaya mobilitas warga terjamin," tutur Bernardus setelah bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.