Polisi Selidiki Pencurian Tali Pocong di Ciputat

Reporter:
Editor:

Wahyu Dhyatmika

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang aktivis dari Gerakan Mahasiswa Peduli Asap RIAU (GEMPAR) mengenakan kostum pocong dalam melakukan  aksi unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta, (16/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    Seorang aktivis dari Gerakan Mahasiswa Peduli Asap RIAU (GEMPAR) mengenakan kostum pocong dalam melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta, (16/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi memburu pencuri tiga buah tali pocong milik (almarhum) Mohammad Suhendra alias Capu, 47 tahun, yang dikubur di Pemakaman Taman Abadi RT 002/RW 003, Ciputat, Tangerang Selatan. Pencurian itu terjadi pada Jumat, 29 Desember 2017.

    “Pencurian tiga tali pocong itu dilakukan oleh orang yang tidak dikenal," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Tangerang Selatan Ajun Komisaris Ahmad Alexander Yurikho dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Januari 2018.

    Baca Juga: Ingin Kaya, Sarjana Ini Mencuri Tali Pocong

    Yurikho menerangkan almarhum meninggal pada Kamis, 28 Desember 2017 pkl 10.00 Wib karena sakit. Jenazah kemudian disemayamkan di Musholla Al Hasan Khaenah (Musholla di TKP) dan dimakamkan pada pkl 14.00 Wib oleh keluarga dan warga sekitar.

    Terungkapnya kasus pencurian itu bermula ketika Deni alias Apung, 35 tahun, yang hendak berziarah ke makam Suhendra mendapati bahwa kuburan itu sudah dalam keadaan tergali pada Jumat pagi, 29 Desember pukul 06.30 WIB. "Dia melihat makam telah tergali dan tiga buah papan penutup almarhum yang berada di bagian kepala, tengah, dan kaki sudah terbuka," kata Yurikho.

    Baca Juga: Begal Ini Gunakan Tali Pocong Sebagai Jimat

    Deni kemudian buru-buru melaporkan hal itu kepada satpam bernama Abdullah alias Acong, 41 tahun. Tak tunggu lama, Abdullah pun menyampaikan laporan itu kepada polisi.

    Aiptu Kustam yang mendapat laporan itu kemudian mendatangi makam yang dimaksud sekitar pukul 07.30 WIB. "Ternyata benar makam itu telah terbongkar," kata Yurikho. Laporan itu pun diteruskan kepada Kepolisian Sektor Ciputat.

    Sampai sekarang, kasus itu masih dalam penyelidikan. Polisi mendapati fakta bahwa Suhendra semasa hidupnya pernah berguru pada "orang pintar" alias dukun. Belum diketahui apakah pencurian tali pocong Suhendra terkait dengan fakta tersebut. "Kejadian pencurian tali pocong di wilayah Ciputat baru pertama kali terjadi," kata Yurikho.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.