Kamis, 13 Desember 2018

Anies Baswedan Bicara Model Pendidikan di Depan Dubes Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dalam Reuni Akbar Himpunan Alumni Pesantren Islam Al Irsyad (HAPIA) 2018 dan Munas HAPIA I di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 6 Januari 2018. Tempo/Friski Riana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dalam Reuni Akbar Himpunan Alumni Pesantren Islam Al Irsyad (HAPIA) 2018 dan Munas HAPIA I di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 6 Januari 2018. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan masukan mengenai model pendidikan kepada para alumni Pesantren Islam Al Irsyad di aula Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Sabtu, 6 Januari 2018.

    Masukan tersebut disampaikan dalam acara Reuni Akbar Himpunan Alumni Pesantren Islam Al Irsyad (HAPIA) 2018 dan Munas HAPIA I. Acara tersebut turut dihadiri Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi.

    "Banyak dari alumni pesantren banyak juga di bidang pendidikan, karena itu saya garis bawahi tadi dunia pendidikan itu melihatnya ke depan. Dunia pendidikan harus mendidik anak-anak kita untuk bisa menang di zamannya," kata Anies Baswedan lagi.
    Baca : Anies Menata Tanah Abang, Wali Kota Mengklaim Tak Ada yang Protes

    Anies menyampaikan bahwa bekal yang harus diberikan kepada anak-anak bukan semata-mata berdasarkan pengalaman masa lalu, tetapi yang dibutuhkan di masa depan. Menurut Anies, anak-anak harus dididik untuk menjadi insan yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia.

    Selain karakter tersebut, Anies menyebut ada empat fondasi tambahan penting dalam model pendidikan, di antaranya kritis, kreatif, kerja sama, dan komunikasi yang disebut dengan 4K.

    Pada komponen kreatif, Anies mengusulkan agar anak-anak diajarkan untuk memanfaatkan teknologi ketimbang harus mengikuti negara lain yang menciptakan teknologi tersebut. "Kalau ikuti, kiya ketinggalan. Biarkan mereka menghasilkan. Kita pikir bagaimana memanfaatkannya," kata dia.

    Adapun berpikir kritis dibutuhkan agar tidak menjadi orang yang mudah dikelabui. Selain kritis, harus ada dorongan melalui aspek kerja sama, dan komunikasi. "Empat K yang ini yang bisa membekali anak-anak kita ke depan. Memang bagaimanapun juga dasarnya ada pada karakter," ujarnya.

    Hal penting lainnya, Anies menyebutkan, adalah tentang kemampuan enterpenuership. Dari sektor pemerintah dan politik, ekonomi dan bisnis, dan sektor sosial, sektor yang mengalami perkembangan makin besar ialah ekonomi dan bisnis. Di sektor tersebut, kata Anies, dibutuhkan banyak orang yang punya kemampuan berwirausaha.

    "Indonesia saat ini dari sisi jumlah enterpeneurship ini jumlahnya banyak, mungkin rata-rata skalanya masih skala yang kecil. Kami berharap selain jumlahnya ditingkatkan, tapi juga skala ekonominya tidak hanya sektor mikronya tapi juga sektor menengah dan besar," tutur Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jason Momoa dan Amber Heard dalam 6 Fakta Unik Aquaman

    Jason Momoa dan Amber Heard akan memerankan Aquaman dan Merra dalam film dengan cerita tentang kerajaan bawah laut Atlantis.