Polisi Ini Alami Perdarahan Akibat Penganiayaan Bandar Narkoba

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penganiayaan

    Ilustrasi penganiayaan

    TEMPO.CO, Jakarta -Seorang bandar narkoba berinisial AS menyerang dan melakukan penganiayaan terhadap anggota Satuan Narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Brigadir Rizal Taufik. Akibat penyerangan tersebut Rizal mengalami retak di dahi dan pendarahan di bagian belakang kepala.

    “Bandar narkoba melawan petugas pada saat penangkapan. Kejadian terjadi pada Jumat 5 Januari 2018 malam,” Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Suhermanto lewat keterangan pers yang diterima Tempo, Sabtu 6 Desember 2018.

    Penyerangan disusul penganiayaan tersebut terjadi saat Sub Unit Dua Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat melakukan Undercover Buy di wilayah Kampung Janis, Tambora, Jakarta Barat pada pukul 18.00.
    Baca : Penganiayaan Gara-gara Korek, 2 Pemuda Tikam Penjual Nasi Goreng

    Pada 19.15 Brigadir Rizal Taufik dan rekannya menuju lokasi, tepatnya di pinggir rel kereta api. Sementara itu sisa personel yang lain menunggu perintah Rizal di seberang rel kereta untuk melakukan penindakan.

    Beberapa saat kemudian pada 19.15 terdengar tembakan peringatan sebanyak satu kali dari Rizal. Selanjutnya tim langsung mungkin menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

    Sesampainya di TKP, anggota sudah menemukan Rizal tergeletak di bawah tangga salah satu rumah di kawasan tersebut. Polisi kemudian melakukan pertolongan pertama dan membawa Rizal menuju rumah sakit terdekat yakni Rumah Sakit Pluit. Suhermanto mengatakan saat ini dokter tengah dilakukan perawatan intensif terhadap Rizal.

    Suhermanto mengatakan, Sabtu 6 Januari 2018 siang tadi petugas membawa Rizal untuk dirujuk ke Rumah Sakit Polri , Kramat Jati, Jakarta Timur. Pemindahan tersebut dilakukan agar Rizal dirawat oleh tim dokter.

    Saat ini kepolisian masih mengejar pelaku penganiayaan, AS, yang kabur bersama istrinya yang berinisial SA. AS dan SA diduga mengedarkan narkoba ke beberapa wilayah di Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.