Kamis, 22 Februari 2018

HGB Pulau Reklamasi Dicabut, Anies-Sandi Siap Digugat Pengembang

Reporter:

Friski Riana

Editor:

Untung Widyanto

Rabu, 10 Januari 2018 10:57 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • HGB Pulau Reklamasi Dicabut, Anies-Sandi Siap Digugat Pengembang

    Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Cagub dan Cawagub DKI Jakarta periode 2017 - 2022 berpose saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta 12 Oktober 2016. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Gubernur Anies Sandi atau Anies-Sandi  menyatakan siap menghadapi segala konsekuensi, salah satunya tuntutan ganti rugi dari pengembang, jika hak guna bangunan di tiga pulau reklamasi Teluk Jakarta dicabut.

    "Kami siap dan kami memiliki argumentasi hukum yang kuat dan oleh karena itu kami yakin untuk menjalankan proses ini dengan langkah-langkah selanjutnya," kata Sandiaga di Balai Kota DKI, pada Rabu 10 Januari 2018.

    Baca juga:

    Pembatalan HGB Pulau Reklamasi, Anies Baswedan: Ada Kekeliruan
    Luhut: Tak Ada Alasan Menghentikan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

    Sandiaga memastikan, proses permohonan pencabutan HGB tersebut sesuai dengan janji kampanyenya bersama Gubernur Anies Baswedan untuk menghentikan reklamasi.

    "Konsekuensi hukum tentu akan kami tata dan kami siapkan segala langkah-langkah agar apa yang kami lakukan ini tentu dalam koridor hukum," katanya.

    Sandiaga menilai, ada kesalahan dalam pengajuan HGB di Pulau C, D, dan G. Menurutnya, kesalahan tersebut sudah lama dipetakan. Sehingga, atas dasar hal itu lah Gubernur Anies Baswedan menyurati Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 29 Desember 2017, untuk melakukan pencabutan HGB Pulau C, D, dan G.

    Sandiaga menegaskan bahwa langkah yang dilakukannya bersama Anies merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk menegakkan rasa keadilan.

    "Sebagai sisi pemerintah sisi negara, kami enggak boleh kalah sama pengembang. Kami sangat kondusif  kepada pebisnis untuk buka lapangan kerja. Tapi kalau ini mencederai masyarakat, rasa keadilan daripada masyarakat, negara harus hadir," katanya.

    Surat tertanggal 29 Desember 2017 dengan nomor 2373/-1.794.2 itu tertulis bahwa pemerintah DKI sedang melakukan kajian mendalam dan komprehensif mengenai kebijakan dan pelaksanaan reklamasi di Pantai Utara Jakarta. Sebab, berdasarkan masukan dari para ahli dan sebagian masyarakat menyebutkan ada dampak buruh dari kebijakan reklamasi. Selain itu, juga ditemukan indikasi atau dugaan cacat prosedur dalam pelaksanaan reklamasi.

    Anies, dalam surat itu juga menyatakan sedang menyiapkan rancangan peraturan daerah baru, setelah menarik dokumen Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Startegis Pantai Utara Jakarta dan Raperda tentang Rencana Zonasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil dari proses pembahasan di DPRD DKI.

    Simak juga:

    BPN Diminta Setujui Usulan Anies Agar Cabut HGB Pulau Reklamasi
    Soal NJOP, Gubernur Djarot Bela Pengembang Pulau Reklamasi

    Karena itu, pada poin pertama, Anies meminta Menteri ATR atau Kepala BPN menarik kembali seluruh surat-surat yang berdampak pada penerbitan HGB kepada pihak ketiga atas seluruh pulau-pulau hasil reklamasi Pantai Utara Jakarta.

    Poin kedua, Anies meminta Kepala BPN untuk tidak menerbitkan atau membatalkan segala HGB untuk pihak ketiga atas pulau reklamasi C, D, dan G.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Inilah Wakanda dan Lokasi Film Black Panther Buatan Marvel

    Marvel membangun Wakanda, negeri khayalan di film Black Panther, di timur pantai Danau Victoria di Uganda. Sisanya di berbagai belahan dunia.