Soal Barang Bukti Sabu, Jennifer Dunn Dikonfrontasi dengan FS

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menggiring artis Jennifer Dunn yang ditangkap karena menggunakan narkoba jenis sabu ke ruang tahanan di Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya pada sabtu, 6 Januari 2018. Jennifer ditahan selama 20 hari ke depan. FOTO: Tempo/Caesar Akbar

    Polisi menggiring artis Jennifer Dunn yang ditangkap karena menggunakan narkoba jenis sabu ke ruang tahanan di Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya pada sabtu, 6 Januari 2018. Jennifer ditahan selama 20 hari ke depan. FOTO: Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Jennifer Dunn menjalani konfrontasi soal barang bukti sabu dengan tersangka lain, terkait dengan kasus penyalahgunaan narkoba, Rabu, 10 Januari 2018. Pengacara Jennifer, Pieter Ell, menolak mengungkap hasil pemeriksaan tersebut.

    "Itu tanya penyidiklah. Yang lebih tahu kan penyidik soal barang bukti itu," katanya, di Kantor Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Rabu, 10 Januari 2018.

    Pieter masih berfokus pada pemeriksaan selama 20 hari penahanan artis blasteran itu. Alasannya, dalam jangka waktu itu, kata dia, semua kemungkinan bisa terjadi termasuk soal rehabilitasi.

    Meski kliennya sudah berulang kali tersangkut kasus narkoba, Pieter masih berupaya mengajukan permohonan rehabilitasi. Namun hingga saat ini, dia belum melakukan koordinasi secara maksimal dengan pihak keluarga dari pemeran film Buruan Cium Gue itu. "Ibunya masih di Papua," ujarnya.

    Baca: Beda Perlakuan Polisi Terhadap Jennifer Dunn dan Tio Pakusadewo

    Sebelumnya, polisi mengatakan akan mengonfrontasi langsung Jennifer dengan pengedar sabu FS karena ada perbedaan keterangan di antara keduanya.

    Dari hasil konfrontasi ini, polisi berharap akan mendapat info lebih banyak."Kami kumpulkan, kami pertemukan, kami tanyakan," tutur juru bicara Polda Metro Jaya, Raden Prabowo Argo Yuwono.

    Argo mengatakan perbedaan keterangan tersebut ada pada berapa kali Jennifer memesan. "Kan ada pernyataan tiga kali dan sepuluh kali. Apakah ada perbedaan, nanti akan kita lihat perbedaan itu seperti apa,” ucapnya.

    Jennifer ditangkap dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,6 gram di rumahnya. Dia pertama kali berurusan dengan polisi saat berusia 16 tahun. Pada 2005, dia ditangkap polisi atas kepemilikan ganja.

    Belum kapok, Jennifer masih terus menggunakan narkoba. Polisi kembali menangkap dia pada 2009 dengan barang bukti sabu dan tujuh butir pil ekstasi di kamar kosnya, di kawasan Jakarta Selatan.

    Polisi telah memeriksakan urine dan rambut Jennifer ke Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri. Namun hasil apakah ditemukan jejak sabu atau narkoba jenis lain belum diumumkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.