Lupa Anaknya Sudah Digusur, Nenek Lansia Telantar di Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Pol PP memeriksa kondisi seorang tunawisma yang tertidur pulas di trotoar kawasan Pakubuwono, Jakarta, 25 Mei 2016. Berdasarkan data yang diakses melalui laman dinsos.jakarta.go.id, Lanjut Usia Terlantar Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jakarta sebanyak 3,593 orang. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Petugas Pol PP memeriksa kondisi seorang tunawisma yang tertidur pulas di trotoar kawasan Pakubuwono, Jakarta, 25 Mei 2016. Berdasarkan data yang diakses melalui laman dinsos.jakarta.go.id, Lanjut Usia Terlantar Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jakarta sebanyak 3,593 orang. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang nenek bernama Mintarsih ditemukan telantar di sekitar Stasiun Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Wanita berusia 70 tahun yang diduga mengalami demensia itu kebingungan mencari alamat dua orang anaknya.

    "Belakangan diketahui anaknya sudah lama hijrah dari Ibu Kota," tutur petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Kartini, Kamis, 11 Januari 2018.

    Kartini menceritakan pertemuannya dengan Nenek Mintarsih bermula dari laporan seorang anggota Kepolisian Sektor Tebet terkait dengan temuan orang terlantar di kawasan Manggarai, tepatnya sekitar Stasiun Manggarai. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penjemputan.

    Saat ditanya, sang nenek mengaku bertandang menuju Ibu Kota dari rumahnya di Kampung Gembrong RT 02 Desa Ciadeg, Cigombong, Bogor, Jawa Barat, untuk menemui kedua anaknya, yakni Mat Husin dan Mat Hasan, yang diingatnya tinggal di Jakarta.

    Belum sampai ke rumah anaknya di daerah Setiabudi, Jakarta Selatan, Mintarsih kehabisan ongkos. Akhirnya sang nenek diantarkan warga ke kantor polisi.

    Mintarsih, kata Kartini, mengaku sudah luntang-lantung selama dua hari di Jakarta. Dia juga kebingungan saat ditanya alamat rumah anaknya. Dia hanya ingat patokan menuju rumah sang anak adalah bioskop gembira di Jalan H. Kawi, kawasan Setiabudi.

    "Sedangkan nomor telepon yang bisa dihubungi enggak ada, KTP-nya si nenek juga enggak ada," kata Kartini.

    Berbekal informasi tersebut, petugas kemudian mengantarkan Nenek Mintarsih ke lokasi yang dimaksud. Sayangnya, Kartini berujar warga setempat hingga sesepuh di kawasan Jalan Kawi tidak ada yang mengenal atau mengetahui keberadaan anak Mintarsih. 

    "Besar kemungkinan kalau Nenek Mintarsih mengalami demensia atau pikun, sehingga tidak mengingat kejadian secara utuh," tutur dia.

    Berdasarkan keterangan warga, ternyata pemerintah telah menggusur kawasan tersebut pada 1980-an, sehingga banyak warga yang pindah.

    Karena itu, petugas kemudian membawa sang nenek ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya, Jakarta Barat, sebelum dipulangkan ke tempat tinggal asalnya.

    Kartini berujar pihak keluarga atau masyarakat yang mengenal nenek lansia itu dapat segera menghubungi Dinas Sosial DKI Jakarta lewat akun Twitter @DinsosDKI1 atau nomor telepon 08568258990.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.