Senin, 28 Mei 2018

Sandiaga Uno Jelaskan Tujuan Bangun Shelter di Kampung Akuarium

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan bangunan semi-permanen, bak cendawan di musim hujan, mulai menjamur di bekas lahan penggusuran Kampung Akuarium, Jakarta, 3 Mei 2017. Pasar Ikan dan Kampung Akuarium sebelumnya telah digusur oleh Ahok pada April 2016 untuk direvitalisasi menjadi kawasan wisata bahari bertaraf internasional. TEMPO/Rizki Putra

    Puluhan bangunan semi-permanen, bak cendawan di musim hujan, mulai menjamur di bekas lahan penggusuran Kampung Akuarium, Jakarta, 3 Mei 2017. Pasar Ikan dan Kampung Akuarium sebelumnya telah digusur oleh Ahok pada April 2016 untuk direvitalisasi menjadi kawasan wisata bahari bertaraf internasional. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pemerintah akan membangun tempat berlindung sementara (shelter) bagi penduduk di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Bangunan di lahan ini pernah digusur oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena berdiri di lahan milik negara.

    Sandiaga mengatakan pembangunan shelter ini bertujuan memberi tempat berlindung bagi masyarakat di sana. Apalagi Jakarta telah memasuki cuaca ekstrem, sehingga keberadaan shelter sangat diperlukan.

    Selama proses pembangunan, kata Sandiaga, akan ada pengamanan dari polisi dan TNI. "Shelter ini akan difungsikan sebagai rumah tinggal sementara bagi penduduk Kampung Akuarium,” kata dia di Balai Kota Jakarta, Jumat, 12 Januari 2018.

    Menurut Sandiaga, pemerintah berencana membangun kawasan wisata di tempat itu. Kawasan ini akan dilengkapi area komersial untuk usaha kecil dan menengah berbasis maritim dan perikanan.

    Baca: Ahok Tetap Akan Gusur Kampung Akuarium

    Dulu, Ahok menggusur Kampung Akuarium untuk pembangunan tanggul setinggi 3,8 meter. Tanggul ini menjadi bagian dari proyek pembangunan pesisir Ibu Kota negara atau national capital integrated coastal development (NCICD).

    Kemarin, sekitar seratus petugas gabungan menggelar apel di Kampung Akuarium untuk pengamanan pembangunan shelter. Apel tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Jakarta Utara Junaedi.

    Menurut Junaedi, pengamanan perlu dilakukan karena rencana pembangunan shelter ini telah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Pengamanan ini setiap hari melibatkan 30 personel dari Satpol PP, TNI, dan Polri. Pembangunan shelter diperkirakan memakan waktu dua bulan.

    Sandiaga Uno mengatakan, meski hanya sementara, shelter diklaim mampu menampung sekitar 107 keluarga. Selanjutnya, penghuni shelter direlokasi ke rumah susun yang nanti akan dibangun.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jenis Serangan di Seluruh Dunia, Teror Bom Masih Jadi Pilihan

    Inilah jenis-jenis teror dan korban yang jatuh di berbagai penjuru dunia sejak menara kembar WTC diserang, teror bom masih jadi pilihan pelaku teror.