Cerita Trik Manipulasi Gas Elpiji Melon yang Mendadak Jadi Langka

Pekerja menata tabung gas 3kg yang baru datang di agen gas kawasan Mampang, Jakarta, 15 Januari 2015. Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menuturkan 20 persen pengguna elpiji 12 kg beralih ke tabung gas melon karena harga yang cukup jauh menjadi penyebabnya. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.COKota Tangerang -Dalam sebulam terakhir di banyak wilayah di Jabodetabek terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram alias tabung melon. Belakangan terungkap ada praktek kotor yang manipulatif di Kelurahan Nerogtog, Pinang, Kota Tangerang.

Dalam praktiknya, Frengki, 30 tahun pemilik 'pabrik' mempekerjakan 59 orang mulai dari tukang suntik gas, sopir truk dan pick up untuk pendistribusian barang hingga pekerja yang mencari bahan gas berupa gas melon bersubsidi pemerintah.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan F ini memerintahkan anak buahnya untuk mencari bahan gas melon dengan membayar lebih tinggi ketimbang harga eceran atau harga pasar.
Baca : Pemerintah Depok Temukan 300 Tabung Gas Elpiji Diduga Oplosan

Mereka membeli gas melon per tabung Rp 21 ribu dari harga pasar eceran terendah Rp 17 ribu. "Pedagang senang dibeli banyak. Dia keliling ke pengecer beli gas lalu ditimbun di sini untuk dipindahkan ke tabung ukuran lain," ujar Setyo di Tangerang, Jumat, 12 Januari 2018.

Setelah tabung banyak ditimbun, mulailah menyuntikan gas itu. Caranya dengan memindahkan dengan selang dari tabung melon ke tabung ukuran 12 kilo. Diperlukan 4 tabung melon ke tabung ukuran 12 kilo. Sedangkan dibutuhkan 17 tabung gas melon ke ukuran 50 kilo.

Berapa harga yang dijual ke pasaran? Dalam pengakuan kepada polisi, F mendistribusikan gas ukuran 12 kg dengan harga  di bawah pasar yakni Rp  120-130  ribu, sementara harga pasaran Rp 160 ribu. "Ada selisih Rp 30 ribu untuk  ukuran 12 kilogram dan Rp 100 ribu selisihnya untuk ukuran 15 kilo,"kata Setyo.

Hasil gas suntik ukuran 50 Kg dijual dengan harga Rp 450 ribu atau dibawah harga pasaran Rp.550 ribu. Tersangka kata Setyo  membeli dengan harga tinggi untuk gas melon sebagai bahan dan hasil penyuntikan dia jual dengan harga di bawah pasar.  ini trik tetap dapat keuntungan sebab yang dibeli adalah gas subsidi pemerintah.

"Kelihatannya gas suntikan  murah, tapi ini berbahaya, ada potensi meledak sebab karetnya juga tidak pabrikan, tutup tabung dipalsukan pula," kata Setyo.

Bahkan penutup tabung bertuliskan Pertamina, dipalsukan . "Masyarakat harus teliti sebab sulit membedakan asli atau palsu. Sebab mereka gunakan  tutup tabung Pertamina, "ujar Setyo.

Dari hasil produksi per hari rata rata 1.000 tabung gas elpiji 12 dan 50 Kg itu, dalam sebulan omset penjualan mencapai Rp 600 juta. " Ini sangat merugikan masyarakat, dan ini manipulasi yang dilakukan tersangka dengan mencari keuntungan," kata Setyo.






Komentar Gibran Soal Pembatalan Konversi Kompor Gas Elpiji ke Kompor Listrik

7 hari lalu

Komentar Gibran Soal Pembatalan Konversi Kompor Gas Elpiji ke Kompor Listrik

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menanggapi pembatalan program konversi kompor gas elpiji ke kompor listrik oleh PT. PLN.


Konversi Kompor Gas ke Kompor Listrik, Lebih Hemat Mana?

13 hari lalu

Konversi Kompor Gas ke Kompor Listrik, Lebih Hemat Mana?

Pemerintah tebar 300.000 paket kompor listrik sebagai upaya konversi gas elpiji 3 kilo ke kompor listrik 1.000 watt.


Migrasi LPG 3 Kg ke Kompor Listrik, Begini Pemerintah Mau Tebar 300 Ribu Kompor Listrik

13 hari lalu

Migrasi LPG 3 Kg ke Kompor Listrik, Begini Pemerintah Mau Tebar 300 Ribu Kompor Listrik

Pemerintah berkomitmen mengurangi emisi karbon dan beralih ke energi bersih melalui program konversi penggunaan LPG 3 Kilo ke kompor listrik induksi.


Migrasi Gas Elpiji ke Kompor Listrik, ESDM: Baru Diuji Coba PLN, Belum Ada yang Dibagikan Pemerintah

18 hari lalu

Migrasi Gas Elpiji ke Kompor Listrik, ESDM: Baru Diuji Coba PLN, Belum Ada yang Dibagikan Pemerintah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan program migrasi kompor gas elpiji ke kompor listrik 1.000 watt sedang diuji coba.


Warteg di Bogor Jadi Tempat Oplos Gas Elpiji, Polisi Sita 508 Tabung Gas 3 Kg

28 hari lalu

Warteg di Bogor Jadi Tempat Oplos Gas Elpiji, Polisi Sita 508 Tabung Gas 3 Kg

Polres Bogor membongkar praktek oplos gas elpiji dari tabung gas 3 Kg ke tabung 12 Kg. Tabung gas hasil suntikan dijual ke Jakarta.


Polda Metro Jaya Tangkap 16 Pelaku Pengoplos Gas LPG

33 hari lalu

Polda Metro Jaya Tangkap 16 Pelaku Pengoplos Gas LPG

Polda Metro Jaya mengungkap 16 pelaku pengoplos gas 12 kg yang beroperasi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.


Atasi Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram di Solo, Pertamina Tambah Stok 14.600 Tabung Gas

28 Juli 2022

Atasi Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram di Solo, Pertamina Tambah Stok 14.600 Tabung Gas

Pertamina menambah stok gas elpiji 3 kilogram untuk Kota Solo sebanyak 14.600 tabung.


Terkini Bisnis: Keluhan Gas Elpiji 3 Kg kepada Gibran, Laba Bersih BCA

27 Juli 2022

Terkini Bisnis: Keluhan Gas Elpiji 3 Kg kepada Gibran, Laba Bersih BCA

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Rabu sore, 27 Juli 2022 dimulai dengan keluhan warga Solo atas kelangkaan elpiji 3 kilogram ke Wali Kota Gibran.


Jokowi Gelar Rapat Terbatas, Mendag Zulhas: Bahas Krisis Pangan dan Energi

18 Juli 2022

Jokowi Gelar Rapat Terbatas, Mendag Zulhas: Bahas Krisis Pangan dan Energi

Mendag Zulhas yang hadir dalam rapat itu, menyebut Jokowi memberikan arahan mengenai krisis pangan hingga energi yang terjadi saat ini.


Harga Gas 12 Kg di Bekasi Dijual Rp 227.000, Pedagang Beralih Stok Gas Melon

15 Juli 2022

Harga Gas 12 Kg di Bekasi Dijual Rp 227.000, Pedagang Beralih Stok Gas Melon

Sejumlah pemilik warung makan di Bekasi juga mulai menggunakan gas melon sejak harga gas elpiji 12 kilogram naik, demi menekan biaya produksi.