Senin, 19 Februari 2018

Sandiaga Uno Diberi Celana: Pilih Membeli ketimbang Gratifikasi

Reporter:

Muhammad Hendartyo

Editor:

Dwi Arjanto

Sabtu, 13 Januari 2018 20:00 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno Diberi Celana: Pilih Membeli ketimbang Gratifikasi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dikerumuni sejumlah ibu saat berkunjung ke JakGrosir, di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, 11 Januari 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat memberikan pelatihan Oke Oce di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dihadiahi sebuah celana panjang perempuan yang bersayap untuk sang istri oleh seorang pengusaha UKM bernama Zakiah.

    "Tapi ini saya tidak boleh dikasih karena nanti gratifikasi, harus lapor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Boleh beli tidak? Beli saja ya. Okey saya beli. Kalau tidak, nanti panjang ceritanya nih. Banyak wartawan, Pak Sandi menerima gratifikasi," kata Sandiaga sembari tersenyum di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 Januari 2018.

    Baca: Membuka Oke Cleanup Sandiaga Uno Lempar Pantun

    Sandiaga tiba di lokasi tersebut sekitar pukul 14.00 dengan kaus putih. Saat diberikan celana barang tersebut yang masih di dalam tas, Sandiaga lantas bertanya barang apa itu. "Bisa dibuka enggak ini apa dalamnya? Oh celana," ujar Sandiaga Uno.

    Pemilik celana Zakiah mengatakan celana tersebut memiliki sayap. Zakiah bertanya apakah muat istri Sandiaga menggunakan ukuran M ini.

    "Ada sayap? Bisa terbang? Oh buat perempuan. Buat istri saya? Istri saya agak kelihatan gendut ya? Saya nanti bilang, Bu Nur (istri Sandiaga) mesti diet," ujar Sandiaga.

    Selanjutnya, Sandiaga Uno mendoakan agar usaha Zakiah semakin lancar. "Busana muslim salah satu yang lagi berkembang juga," kata Sandiaga lagi.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

    Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan meliputi kualitas, potensi, kesimbangan sumber daya hutan dan lingkungan hidup.