Senin, 19 Februari 2018

Car Free Day di JLNT Antasari Dikeluhkan Pengunjung

Reporter:

Caesar Akbar

Editor:

Suseno

Minggu, 14 Januari 2018 12:06 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Car Free Day di JLNT Antasari Dikeluhkan Pengunjung

    Warga Jakarta ramaikan car free day di Jalan Layang Non Tol Antasari, Jakarta Selatan, Ahad, 14 Januari 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan warga Jakarta meramaikan kegiatan car free day di Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan. Namun sebagian besar pengunjung mengeluh kehausan karena tidak ada penjaja minum di jalan layang sepanjang lebih dari 4 kilometer itu. "Pemerintah juga tidak menyediakan water station," ujar Nurul Soraya, 33 tahun, di JLNT Antasari, Ahad, 14 Januari 2018.

    Pemerintah Jakarta Selatan memang melarang pedagang kaki lima, termasuk penjaja minuman, masuk ke arena car free day. Larangan ini untuk mencegah produksi sampah, yang biasanya menumpuk setelah kegiatan. Penjaja makanan dan minuman hanya boleh menggelar lapak di sekitar Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

    Nurul tidak membawa bekal air minum karena mengira dapat membelinya di lokasi. Namun, setelah menyusuri jalan layang, tak ada satu pedagang pun yang ia temui. “Rutenya panjang, sengsara juga kalau kehausan di tengah-tengah,” kata warga Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, itu.

    Pendapat serupa disampaikan Asril, warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menurut dia, untuk masalah sampah sebenarnya bisa siasati dengan menyediakan tempat pembuangan. Dengan begitu, baik pedagang maupun pengunjung bisa membuang sampah pada tempatnya.

    Namun tidak semua pengunjung berpikiran sama. Sopin contohnya. Pengguna sepeda asal Mampang, Jakarta Selatan, itu justru menilai langkah pemerintah sudah tepat. "Sebab, menurut saya, pedagang kaki lima itu memang bikin kotor," ucapnya. Sebagai konsekuensinya, dia berharap pemerintah menyediakan air minum di sejumlah titik. "Kalau air minum kan enggak ada salahnya disediakan,” tuturnya.

    Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi menuturkan kegiatan car free day ini baru pertama kali digelar. Pemerintah akan mengevaluasinya lagi agar bisa memenuhi harapan masyarakat. "Nanti kami siapkan saja kalau itu (air minum), sih," katanya. Ia berencana menggandeng sponsor untuk mendukung penyediaan air minum itu.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

    Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan meliputi kualitas, potensi, kesimbangan sumber daya hutan dan lingkungan hidup.