Pelanggan Telkomsel Kena Tipu Hingga Rp 10,9 Juta, Ini Modusnya

Reporter

Editor

Febriyan

Ribuan Situs Penipuan Online Diblokir

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pelanggan operator seluler Telkomsel, Haryanto mengalami kejadian tidak menyenangkan. Ia ditipu orang tidak dikenal yang memanfaatkan nomor pasca bayarnya untuk membeli paket data internet berkali-kali ke beberapa nomor telepon. Akibatnya pria berusia 44 tahun tersebut dibebankan tagihan hingga Rp 10,9 juta.

Awalnya Haryanto ditelepon oleh laki-laki yang mengaku sebagai petugas operator Telkomsel pada 13 Januari 2018 pukul 22.00. Menurut Haryanto, di tengah pembicaraan, orang tersebut kerap berbincang dengan rekannya. Selain itu dari kejauhan kerap terdengar bunyi ketikan papan ketik komputer.

Infografis: Registrasi Kartu Prabayar, Cek NIK Sebelum Dibajak Orang Lain

Melalui sambungan telepon, orang tersebut menjanjikan Haryanto pengembalian uang (cashback) sebesar Rp 2 juta. Ia disebutkan berhak mendapatkan keuntungan tersebut karena telah menjadi pelanggan setia lebih dari satu tahun. Syaratnya, Haryanto harus mengikuti arahan orang itu yakni memberitahukan kode unik berupa empat digit angka yang akan dikirim ke nomor teleponnya.

“Saat awal saya tidak terlalu percaya tetapi dia bilang saya akan mendapatkan kode dari SMS. Ternyata benar, selang beberapa detik saya mendapatkan SMS dari TSEL-APPS,” ujar Haryanto kepada Tempo, Ahad 14 Januari 2018.

Baca juga: 23 BUMN yang Masih Merugi Sampai September 2017

Usai mendapatkan kode unik dari TSEL-APPS, orang di balik telepon tersebut kemudian menyuruh Haryanto menyebutkan kode yang dikirim. Haryanto mengaku dirinya mendapatkan SMS dari TSEL-APPS sebanyak 47 kali. Secara berulang-ulang, orang tersebut menanyakan kode rahasia itu dan Haryanto tanpa curiga sama sekali menyebutkannya.

Ternyata kode tersebut adalah sandi untuk bisa membeli data internet melalui aplikasi My Telkomsel. Orang yang mengaku sebagai operator seluler tersebut diduga awalnya memasukkan nomor telepon Haryanto ke aplikasi untuk membeli paket internet. Kemudian secara otomatis kode rahasia tersebut terkirim ke nomor Haryanto.

Setelah satu jam berbincang melalui telepon, Haryanto baru menyadari bahwa apa yang ia alami adalah penipuan saat orang tersebut mulai berkata-kata kasar kepadanya.

“Di akhir-akhir dia membentak-bentak, ‘pak cepet dong pak disebutkan angkanya’,” kata Haryanto menirukan suara orang tersebut. “Saya heran kok orang Telkomsel membentak-bentak seperti itu,” ujarnya lagi.

Ponsel Haryanto pun tiba-tiba penuh dengan SMS notifikasi pembelian paket internet sebanyak 47 kali. Di SMS notifikasi tersebut, Haryanto disebutkan membeli paket internet dengan besaran yang bervariasi, dari sembilan gigabyte seharga Rp 90 ribu hingga 29 gigabyte dengan harga Rp 230 ribu. Paket data yang telah dibeli tersebut dikirim ke beberapa nomor telepon yang tidak dikenal.

Haryanto mengatakan, orang yang mengaku petugas operator seluler tersebut tidak bisa dihubungi lagi setelah itu. Usai sadar dirinya ditipu, Haryanto kemudian langsung menghubungi pihak kartu kredit untuk menutup akun. Selanjutnya ia langsung menghubungi pihak Telkomsel dan menjelaskan duduk perkara yang ia alami.

Telkomsel kemudian membenarkan bahwa ada  pembelian paket internet sebanyak 47 kali melalui aplikasi MyTelkomsel. Pihak Telkomsel menyatakan Haryanto mengalami penipuan. Ia kemudian kaget ketika operator Telkomsel mengatakan tagihan teleponnya saat itu mencapai Rp 10,9 juta.

“Saya langsung lemas dengarnya. Saya itu tagihan rata-rata di bawah Rp 50 ribu per bulan,” kata dia.

Pihak Telkomsel akhirnya menyarankan Haryanto untuk melaporkan kejadian yang ia alami ke kepolisian. Haryanto pun pukul 01.00 dini hari itu juga datang Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta Selatan. Namun laporan Haryanto ditolak karena dia diharuskan membawa bukti tagihan pembelian data internet.

Keesokan harinya Haryanto datang ke kantor pelayanan Telkomsel. Di sana, pihak Telkomsel mengatakan tagihan sebesar RP 10,9 juta yang dibebankan kepadanya tidak bisa dicabut.

Haryanto mengatakan, pihak Telkomsel memberikan solusiagar nomor pascabayarHaryanto diblokir. Selain itu ia bisa membayar tagihan melalui tiga kali cicilan denganbatas waktu tiga bulan.  Pihak Telkomsel juga mencetak bukti tagihan untuk nantinya diserahkan ke kepolisian.

Baca juga: Kasus Penipuan Pelanggan, Ini Langkah Telkomsel

Dalam waktu tiga bulan tersebut Haryanto akan mendapatkan tiga kali tagihan dari Telkomsel. Tagihan pertama disampaikan melalui surel dan kedua melalui surat. Sedangkan jika pada bulan ketiga belum bisa memberikan tagihan maka ia akan didatangkan oleh penagih utang.   

“Solusi yang diberikan operator aneh, saya tetap harus membayar tagihan. Pelanggan setia dirugikan tetapi operator beserta penjahatnya tetap diuntungkan,” keluhnya.






Anggota DPRD Bantul Yang Ditangkap Polisi Diduga Berkaitan Jasa Makelar CPNS

17 jam lalu

Anggota DPRD Bantul Yang Ditangkap Polisi Diduga Berkaitan Jasa Makelar CPNS

Anggota DPRD yang juga menjabat Ketua Komisi D itu ditangkap paksa Polda DIY sejak Jumat, 30 September 2022.


Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko Ditangkap Polisi Karena Kasus Penipuan

2 hari lalu

Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko Ditangkap Polisi Karena Kasus Penipuan

Anggota DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko disebut menipu seseorang sehingga mengalami kerugian sejumlah Rp 150 juta.


Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Bogor Kena Tipu Toko Online, Pinjam ke Pinjol untuk Naikkan Rating

3 hari lalu

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Bogor Kena Tipu Toko Online, Pinjam ke Pinjol untuk Naikkan Rating

Pemilik toko online mengiming-imingi korban akan mendapat komisi 10 persen dari transaksi. Kini anak-anak itu dikejar penagih utang.


Krisis Rusia Ukraina: Eropa Hadapi Ancaman Pemadaman Telepon Seluler

4 hari lalu

Krisis Rusia Ukraina: Eropa Hadapi Ancaman Pemadaman Telepon Seluler

Krisis Rusia Ukraina mencapai babak baru bagi Eropa, ancaman pemadaman jaringan telepon seluler pada musim dingin


Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

5 hari lalu

Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

Bareskrim Mabes Polri sedang menyidik empat perkara robot trading yang merugikan korban hingga Rp 25 Miliar.


Pengacara Terjerat Kasus Penipuan, IPW: Penyidik Polres Jakarta Barat Main Mata?

6 hari lalu

Pengacara Terjerat Kasus Penipuan, IPW: Penyidik Polres Jakarta Barat Main Mata?

Pengacara berinisial NR (46) yang terjerat kasus dugaan penipuan dan penggelapan disebut tak kooperatif dalam menjalani proses hukum.


Unggah Foto Terduga Pelaku Penipuan, Jessica Iskandar: Kamu di Mana Sekarang?

6 hari lalu

Unggah Foto Terduga Pelaku Penipuan, Jessica Iskandar: Kamu di Mana Sekarang?

Jessica Iskandar mengajukan berbagai pertanyaan untuk mantan rekan bisnisnya dan memberikan sindiran mengenai mobilnya yang raib.


Donald Trump dan Anak-anaknya Digugat Jaksa Agung New York

11 hari lalu

Donald Trump dan Anak-anaknya Digugat Jaksa Agung New York

Donald Trump dan anak-anaknya digugat oleh Jaksa Agung atas tuduhan melakukan sejumlah tindakan penipuan.


Pegadaian Ingatkan Masyarakat Waspada Rekrutmen Palsu

12 hari lalu

Pegadaian Ingatkan Masyarakat Waspada Rekrutmen Palsu

Jika menerima pesan panggilan kerja di Pegadaian, masyarakat harus konfirmasi ke kantor Pegadaian terdekat, atau menghubungi 1500 569.


Bongkar Kasus Penipuan Investasi Alkes, Polres Metro Jakarta Barat Terima Penghargaan Dari BNPB

17 hari lalu

Bongkar Kasus Penipuan Investasi Alkes, Polres Metro Jakarta Barat Terima Penghargaan Dari BNPB

Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat meringkus enam tersangka kasus penipuan investasi suntik modal alkes yang mengatasnamakan BNPB.