Waspada, Pelanggan Telkomsel Jadi Korban Penipuan

Reporter

Editor

Suseno

Ilustrasi telepon seluler REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pelanggan operator seluler Telkomsel, Nur Haryanto, menjadi korban penipuan dari orang tak dikenal. Pelaku menggunakan nomor pascabayar korban untuk membeli paket data internet berkali-kali. Akibatnya, Nur Harhanto harus membayar tagihan sebesar Rp 10,9 juta.

Menurut Nur Haryanto, awalnya ia ditelepon oleh seorang pria pada 13 Januari 2018 pukul 22.00. Pria itu mengaku sebagai operator Telkomsel dan memberitahukan jika Nur Haryanto mendapat pengembalian uang (cashback) sebesar Rp 2 juta. “Dia bilang, cashback ini sebagai bentuk penghargaan karena saya sudah menjadi pelanggan setia lebih dari satu tahun,” kata Nur Haryanto, Ahad 14 Januari 2018.  

Untuk mendapatkan pengembalian uang, pria itu meminta Nur Haryanto memberitahukan kode unik berupa empat digit angka yang bakal dikirim lewat pesan singkat. “Ternyata benar, selang beberapa detik saya mendapatkan SMS dari TSEL-APPS,” ujar Nur Haryanto.

Di tengah pembicaraan lewat telepon itu, Nur Haryanto mendengar pria tersebut berbincang dengan seorang rekannya. Nur Haryanto juga mendengar suara sayup-sayup seperti orang mengetik di keyboard komputer.

Usai mendapatkan kode unik dari TSEL-APPS, orang di balik telepon menyuruh Nur Haryanto menyebutkan kode yang dikirim. Haryanto mengaku mendapatkan SMS dari TSEL-APPS sebanyak 47 kali. Secara berulang-ulang, orang tersebut menanyakan kode rahasia itu dan Nur Haryanto tanpa curiga menyebutkannya.

Belakangan baru Nur Haryanto tahu, kode tersebut adalah sandi untuk bisa membeli data internet melalui aplikasi My Telkomsel. Orang yang mengaku sebagai operator seluler tersebut memasukkan nomor telepon Nur Haryanto ke aplikasi untuk membeli paket internet. Kemudian secara otomatis kode rahasia tersebut terkirim ke nomor Nur Haryanto.

Haryanto baru menyadari ada kejanggalan saat orang tersebut mulai berkata kasar. “Di akhir-akhir, dia membentak-bentak, ‘Pak cepet dong Pak disebutkan angkanya’,” kata Nur Haryanto menirukan suara orang tersebut. “Saya heran kok orang Telkomsel membentak-bentak seperti itu.”

Setelah hubungan telepon putus, Nur Haryanto menerima SMS notifikasi pembelian paket internet sebanyak 47 kali. Di SMS notifikasi tersebut, ia disebutkan membeli paket internet dengan besaran yang bervariasi, dari sembilan gigabyte seharga Rp 90 ribu hingga 29 gigabyte dengan harga Rp 230 ribu. Paket data yang telah dibeli tersebut dikirim ke beberapa nomor telepon yang tidak dikenal.

Nur Haryanto mengatakan, orang yang mengaku petugas operator tidak bisa dihubungi lagi setelah itu. Sadar dirinya ditipu, Nur Haryanto langsung menghubungi pihak kartu kredit untuk menutup akun. Selanjutnya ia langsung menghubungi Telkomsel dan menjelaskan duduk perkara yang ia alami.

Operator Telkomsel kemudian membenarkan bahwa ada pembelian paket internet sebanyak 47 kali melalui aplikasi MyTelkomsel. Operator menyatakan Nur Haryanto menjadi korban penipuan. Ia menjadi kaget ketika mengehui jumlah tagihan yang harus dibayar mencapai Rp 10,9 juta.“Saya langsung lemas. Padahal selama ini tagihan saya itu itu rata-rata di bawah Rp 50 ribu per bulan,” kata dia.

Operator menyarankan Nur Haryanto melaporkan kejadian ini ke polisi. Pada pukul 01.00, ia segera meluncur ke Polda Metro Jaya. Namun laporan Haryanto ditolak karena dia tidak membawa bukti tagihan pembelian data internet.

Keesokan harinya Nur Haryanto datang ke kantor pelayanan Telkomsel. Pegawai yang melayani mengatakan tagihan sebesar RP 10,9 juta tidak bisa dicabut. Pegawai itu memberikan solusi agar nomor pascabayar Nur Haryanto diblokir. Selain itu ia bisa membayar tagihan melalui tiga kali cicilan denganbatas waktu tiga bulan.  Pihak Telkomsel juga mencetak bukti tagihan untuk nantinya diserahkan ke kepolisian.

Gara-gara penipuan ini, dalam waktu tiga bulan tersebut Nur Haryanto akan mendapatkan tiga kali tagihan. Tagihan pertama disampaikan melalui surel dan kedua melalui surat. Sedangkan jika pada bulan ketiga belum membayar tagihan maka ia akan didatangi penagih utang. “Solusi yang diberikan aneh, saya tetap harus membayar tagihan. Pelanggan setia dirugikan tetapi operator beserta penipunya tetap diuntungkan,” kata Nur Haryanto, mengeluh.






Serupa Tapi Tak Sama, Waspadai Link Palsu Dengan Tampilan BCA

15 jam lalu

Serupa Tapi Tak Sama, Waspadai Link Palsu Dengan Tampilan BCA

Akses BCA mobile menggunakan aplikasi resmi, bukan melalui link mencurigakan. Jangan sembarang klik link mencurigakan dan selalu jaga kerahasiaan data pribadi perbankan.


Anggota DPRD Bantul Yang Ditangkap Polisi Diduga Berkaitan Jasa Makelar CPNS

2 hari lalu

Anggota DPRD Bantul Yang Ditangkap Polisi Diduga Berkaitan Jasa Makelar CPNS

Anggota DPRD yang juga menjabat Ketua Komisi D itu ditangkap paksa Polda DIY sejak Jumat, 30 September 2022.


Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko Ditangkap Polisi Karena Kasus Penipuan

4 hari lalu

Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko Ditangkap Polisi Karena Kasus Penipuan

Anggota DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko disebut menipu seseorang sehingga mengalami kerugian sejumlah Rp 150 juta.


Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Bogor Kena Tipu Toko Online, Pinjam ke Pinjol untuk Naikkan Rating

5 hari lalu

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Bogor Kena Tipu Toko Online, Pinjam ke Pinjol untuk Naikkan Rating

Pemilik toko online mengiming-imingi korban akan mendapat komisi 10 persen dari transaksi. Kini anak-anak itu dikejar penagih utang.


Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

7 hari lalu

Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

Bareskrim Mabes Polri sedang menyidik empat perkara robot trading yang merugikan korban hingga Rp 25 Miliar.


Pengacara Terjerat Kasus Penipuan, IPW: Penyidik Polres Jakarta Barat Main Mata?

8 hari lalu

Pengacara Terjerat Kasus Penipuan, IPW: Penyidik Polres Jakarta Barat Main Mata?

Pengacara berinisial NR (46) yang terjerat kasus dugaan penipuan dan penggelapan disebut tak kooperatif dalam menjalani proses hukum.


Unggah Foto Terduga Pelaku Penipuan, Jessica Iskandar: Kamu di Mana Sekarang?

8 hari lalu

Unggah Foto Terduga Pelaku Penipuan, Jessica Iskandar: Kamu di Mana Sekarang?

Jessica Iskandar mengajukan berbagai pertanyaan untuk mantan rekan bisnisnya dan memberikan sindiran mengenai mobilnya yang raib.


Donald Trump dan Anak-anaknya Digugat Jaksa Agung New York

14 hari lalu

Donald Trump dan Anak-anaknya Digugat Jaksa Agung New York

Donald Trump dan anak-anaknya digugat oleh Jaksa Agung atas tuduhan melakukan sejumlah tindakan penipuan.


Pegadaian Ingatkan Masyarakat Waspada Rekrutmen Palsu

14 hari lalu

Pegadaian Ingatkan Masyarakat Waspada Rekrutmen Palsu

Jika menerima pesan panggilan kerja di Pegadaian, masyarakat harus konfirmasi ke kantor Pegadaian terdekat, atau menghubungi 1500 569.


Bongkar Kasus Penipuan Investasi Alkes, Polres Metro Jakarta Barat Terima Penghargaan Dari BNPB

19 hari lalu

Bongkar Kasus Penipuan Investasi Alkes, Polres Metro Jakarta Barat Terima Penghargaan Dari BNPB

Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat meringkus enam tersangka kasus penipuan investasi suntik modal alkes yang mengatasnamakan BNPB.