Cerita Korban Video Pelecehan Seksual Viral Memarahi Pelaku

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah video berdurasi 23 detik tentang pelecehan seksual menjadi viral di media sosial. IRSYAN HASYIM

    Sebuah video berdurasi 23 detik tentang pelecehan seksual menjadi viral di media sosial. IRSYAN HASYIM

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban pelecehan seksual di Jalan Kuningan Datuk, Depok, AFS, 22 tahun, yang videonya sempat viral, mengatakan dia telah bertemu dengan pelaku yang telah tertangkap oleh polisi.

    AFS mengaku selama ini dia belum pernah mengenal pelaku. "Dia pun mengaku enggak kenal sama saya," ujar AFS saat ditemui di kantor Kepolisian Resor Kota Depok, Selasa, 16 Januari 2018.

    Menurut AFS, saat dipertemukan oleh penyidik Polresta Depok dengan pelaku, sang pelaku mengaku khilaf. Pelaku itu stres karena sedang mencari kerja. "Tapi apa pun alasan itu enggak ada yang benarin, itu sudah jelas-jelas pelecehan. Menjatuhkan harga diri perempuan," katanya dengan nada agak tinggi.

    Baca: Video Viral Pelecehan Seksual: Polisi Kantongi Identitas Pelaku

    AFS menambahkan, perilaku dari tersangka ini membuat perempuan jadi waswas untuk beraktivitas. Setelah video viral itu, banyak sekali dukungan yang AFS dapat. "Banyak korban lain yang mendapatkan hal yang sama tapi tidak punya bukti jadi tidak berani melaporkan," ujar dia menegaskan.

    Menurut AFS, dia berani melaporkan kejadian ini karena merasa bahwa pelaku harus dihukum seadil-adilnya. Korban-korban lain mungkin tidak melaporkan kejadian yang dialami karena malu. "Kalau saya juga mengalami tapi karena dari dulu sudah ikut menolak pelecehan seksual yang dialami oleh perempuan dan anak, makanya pas saya yang mengalami langsung melaporkan," tuturnya.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana mengatakan pelaku berinisial IST, 29 tahun, melakukan pelecehan dengan motif spontan.

    Pelaku mengaku sudah setahun berstatus duda setelah istrinya meninggal. "Sebelum kejadian, pelaku berencana membeli pulsa begitu melihat korban dan situasi sepi, muncul niat untuk meremas dada korban," ujar Putu menuturkan versi pelaku.

    Pelaku ini, kata Putu, sudah tidak bekerja sejak November 2017. Terkait dengan kejadian lainnya, tidak diakui oleh tersangka. "Kami masih mendalami hal tersebut," kata Putu soal kasus pelecehan seksual yang cuplikannya terekam dan menjadi video viral tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.