Mahasiswi Korban BEI Ambruk Sempat Takjub Kemegahan Gedung Bursa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjenguk korban selasar runtuh Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta, pada Senin, 15 Januari 2018. Korban Bunga Febi, 20 tahun, mahasiswi Univesitas Bina Darma, Palembang. FOTO: Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta - Diana Febrianti, mahasiswi korban selasar BEI ambruk sempat mengagumi kemegahan gedung Bursa Efek Indonesia. Bersama rombongan mahasiswa Universitas Bina Darma yang lain, Diana baru saja tiba dari Palembang di Jakarta dan langsung menuju BEI. 

Namun baru saja melihat-lihat bangunan BEI, lantai selasar tempat Diana dan teman-temannya berdiri runtuh ke lantai dasar. “Dari awal masuk saya takjub, megah bangunannya. Senang masuk situ. Malah saya pikir keren nih kerja di BEI,” kata Diana saat ditemui ruangan 3017a, Rumah Sakit Siloam, Jakarta Selatan, Selasa 16 Januari 2018.

Gadis berusia 19 tahun itu menjadi korban karena dua orang rekannya menarik tangannya. Padahal saat itu Diana berdiri di lantai gedung BEI yang tidak runtuh. “Seperti yang di video itu, saya ditarik dua teman saya jadi saya ikut jatuh,” kata Diana.

Baca: Mahasiswi Korban Selasar BEI Ambruk Lagi Bikin Vlog

Akibat terjatuh dengan posisi kedua kaki yang pertama menyentuh lantai dasar, kaki Diana patah. Teman-teman yang berada di sekitarnya syok ketika melihat wajah Diana berlumuran darah. Selain patah kaki, Diana mengalami pendarahan di bagian pelipis dan mata sebelah kirinya memar karena kejatuhan runtuhan bangunan.

Di tengah kondisi kaki kiri yang patah, mahasiswi jurusan akuntansi tersebut menguatkan diri untuk berjalan dan keluar dari Gedung BEI. Saat itu petugas keamanan menyuruhnya untuk duduk dan menunggu ambulans datang.

Namun Diana memutuskan mencari taksi daripada harus berlama-lama menunggu ambulans. Saat evakuasi, ia juga mengaku dibantu oleh Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio.

“Keluar dari gedung, bapak Dirut BEI di deket saya. Saya langsung diboyong dan dia menyuruh orang untuk nyari taksi,” ujarnya. Di taksi, Diana langsung menghubungi kedua orang tuanya tentang insiden yang terjadi.  

Diana mengaku dirinya hampir tidak jadi masuk ke gedung BEI bersama rombongan sebelum insiden terjadi. Pasalnya, tali sandal yang ia kenakan saat itu tiba-tiba putus. Ia sempat terpikir untuk kembali ke bus, tetapi ia mengurungkan niat tersebut karena ajakan temannya.

“Kata teman tidak usah kembali ke bus, ikut saja masuk katanya. Ya udah saya ikut rombongan,” kata dia.

Rombongan mahasiswa Universitas Bina Dharma berangkat dari Palembang pada Ahad 14 Januari 2018 pukul 09.00 dengan bus. Sebagian peserta rombongan mahasiswa Universitas Bina Darma Palembang baru pertama kali berkunjung ke Jakarta. Di Jakarta mereka hanya akan mengunjungi gedung BEI.

Selain mengunjungi gedung BEI di Jakarta, rencananya mereka juga akan melakukan studi banding ke beberapa kota lain yakni Bali, Lombok, Malang Yogyakarta dan Lampung. Acara studi banding tersebut direncanakan berlangsung 12 hari ke depan.






OJK Keluarkan Aturan Baru Stock Split dan Reverse Stock Saham, Ini Poinnya

17 hari lalu

OJK Keluarkan Aturan Baru Stock Split dan Reverse Stock Saham, Ini Poinnya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan regulasi terbaru yang secara khusus mengatur tentang pemecahan saham (stock split) dan penggabungan saham.


Lima Perusahaan yang Terancam Delisting dari Bursa Efek Indonesia

19 hari lalu

Lima Perusahaan yang Terancam Delisting dari Bursa Efek Indonesia

Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang terancam delisting telah disuspensi selama 6 bulan dengan masa suspensi 24 bulan pada 16 Juli 2023.


Sritex Terima Salinan Putusan MA Usai Lolos PKPU, Saham SRIL Segera Diperdagangkan Lagi?

27 hari lalu

Sritex Terima Salinan Putusan MA Usai Lolos PKPU, Saham SRIL Segera Diperdagangkan Lagi?

PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex menyatakan telah menerima salinan putusan MA. Sinyal saham SRIL bakal segera diperdagangkan lagi?


Hikayat Bursa Efek Indonesia, Kelanjutan Pasar Modal Pertama Zaman Kolonial 1912

30 hari lalu

Hikayat Bursa Efek Indonesia, Kelanjutan Pasar Modal Pertama Zaman Kolonial 1912

Bursa Efek Indonesia merupakan bursa efek tertua yang didirikan sejak zaman kolonial sebagai penunjang keberadaan VOC.


Hak Pemegang Saham, Inilah Jenis-jenis Dividen

49 hari lalu

Hak Pemegang Saham, Inilah Jenis-jenis Dividen

Dividen tunai dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk uang tunai. Jenis ini pula yang paling banyak digunakan.


Analis Ungkap Penyebab Saham Kebab Baba Rafi ARA di Hari Pertama

52 hari lalu

Analis Ungkap Penyebab Saham Kebab Baba Rafi ARA di Hari Pertama

Rovandi menanggapi harga saham pengelola jaringan waralaba Kebab Baba Rafi PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) yang terbang hingga ARA.


IHSG Menghijau 5 Hari Berturut-turut, Telkom hingga Allo Bank Pendorong Terkuat Hari Ini

53 hari lalu

IHSG Menghijau 5 Hari Berturut-turut, Telkom hingga Allo Bank Pendorong Terkuat Hari Ini

Telkom Indonesia (TLKM) menjadi saham penggerak terkuat IHSG pada sesi perdagangan hari ini dengan sumbangan 8,88 poin.


Kebab Baba Rafi Melantai di Pasar Modal, Harga Saham Langsung ARA

53 hari lalu

Kebab Baba Rafi Melantai di Pasar Modal, Harga Saham Langsung ARA

Emiten saham tersebut adalah pengelola jaringan waralaba Kebab Baba Rafi PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI).


BEI: Investor Asing Beli Bersih Rp 58,88 Triliun Sejak Awal Tahun

59 hari lalu

BEI: Investor Asing Beli Bersih Rp 58,88 Triliun Sejak Awal Tahun

Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono menyatakan sepanjang tahun 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 58,88 triliun.


Angkasa Pura II Terdepak dari Halim

25 Juli 2022

Angkasa Pura II Terdepak dari Halim

Dua belas tahun bersengketa, PT Angkasa Pura II akhirnya melepas pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma ke tangan PT ATS.