Ini Daftar Barang Bukti yang Disita Polisi dari Balkon BEI Ambruk

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Tiga tiang penyangga dipasang di selasar Tower II BEI pasca-ambruknya selasar Tower I. Menurut petugas, tiang tersebut baru terpasang hari ini. TEMPO/M Julnis Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta -Polisi terus mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk penyelidikan insiden selasar Bursa Efek Indonesia atau BEI ambruk pada Senin lalu.

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Mardiaz Kusin mengatakan polisi sedang mengumpulkan barang bukti yang diminta Pusat Laboratorium.

"Sudah ada beberapa yang kami sita," kacta Mardiaz, Selasa, 16 Januari 2018. Adapun barang bukti yang disita, di antaranya sampel beton lantai, angkur sling 16 dari 30 buah, sampel angkur utuh dengan baut, sampel sling utuh 2 buah, pipa stainles casing kawat sling 1 set dan naja highbeam 1 section utuh," kata Mardiaz.
Baca: Puslabfor Bawa Barang Bukti dari TKP mezzanin BEI ambruk.

Selain itu, untuk daftar korban yang telah dibolehkan untuk rawat jalan juga sudah ada beberapa orang. Hingga Selasa malam pukul 20.00, total seluruh korban yang tercatat mencapai 73 orang. "Dari jumlah tersebut 56 orang dirawat inap dan 17 rawat jalan," ujar Mardiaz lagi.

Pengelola gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan audit setelah selasar BEI yang ambruk. Hasil audit adalah empat temuan yang antara lain tentang dugaan penyebab insiden itu.

Pihak pengelola gedung, yang diwakili oleh Direktur PT Cushman and Wakefield Indonesia Farida Riyadi, menuturkan bahwa para konsultan yang mengaudit mendapatkan empat temuan. "Konsultan ditunjuk untuk memeriksa kekuatan gedung," kata dia di gedung BEI, pada Selasa, 16 Januari 2018.

Selasar Lantai Meizanin di Tower II Gedung BEI ambruk pada Senin siang, 15 Januari 2018. Sebanyak 72 orang mengalami luka dan patah tulang akibat tertimpa reruntuhan.

Menurut Farida, temuan pertama konsultan yang mengaudit adalah struktur yang mengalami kegagalan adalah struktur sekunder, bukan struktur utama gedung. Temuan kedua, kelebihan beban menjadi penyebab lantai meizanin BEI ambruk.

"Kegagalan dimulai dari kapasitas sambungan penggantung lantai mezanin yang terlampaui," kata dia.

Adapun temuan ketiga konsultan adalah saran supaya struktur sekunder di gedung BEI untuk sementara tidak dipakai. Atas saran itu, pengelola gedung menutup sementara selasar yang menghubungkan Tower I dan II. "Sejak kemarin sudah kami tutup," ujarnya lagi.

Farida menuturkan, temuan keempat adalah kegagalan itu tidak berpengaruh ke struktur utama karena struktur yang ambruk termasuk struktur sekunder.

"Secara struktur kedua tower aman," ucap Farida.

Dia menjelaskan, pengelola bekerjasama dengan empat konsultan konstruksi untuk mengaudit gedung zsetelah selasar di Lantai Meizanin Tower II BEI ambruk. Empat konsultan itu adalah Laboratorium Struktur Material Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia, PT Gistama Inti Semesta, PT Akronim, dan PT Remata Daxa Optima.

IMAM HAMDI | ROSSENO AJI NUGROHO






OJK Keluarkan Aturan Baru Stock Split dan Reverse Stock Saham, Ini Poinnya

17 hari lalu

OJK Keluarkan Aturan Baru Stock Split dan Reverse Stock Saham, Ini Poinnya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan regulasi terbaru yang secara khusus mengatur tentang pemecahan saham (stock split) dan penggabungan saham.


Lima Perusahaan yang Terancam Delisting dari Bursa Efek Indonesia

19 hari lalu

Lima Perusahaan yang Terancam Delisting dari Bursa Efek Indonesia

Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang terancam delisting telah disuspensi selama 6 bulan dengan masa suspensi 24 bulan pada 16 Juli 2023.


Sritex Terima Salinan Putusan MA Usai Lolos PKPU, Saham SRIL Segera Diperdagangkan Lagi?

27 hari lalu

Sritex Terima Salinan Putusan MA Usai Lolos PKPU, Saham SRIL Segera Diperdagangkan Lagi?

PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex menyatakan telah menerima salinan putusan MA. Sinyal saham SRIL bakal segera diperdagangkan lagi?


Hikayat Bursa Efek Indonesia, Kelanjutan Pasar Modal Pertama Zaman Kolonial 1912

30 hari lalu

Hikayat Bursa Efek Indonesia, Kelanjutan Pasar Modal Pertama Zaman Kolonial 1912

Bursa Efek Indonesia merupakan bursa efek tertua yang didirikan sejak zaman kolonial sebagai penunjang keberadaan VOC.


Hak Pemegang Saham, Inilah Jenis-jenis Dividen

50 hari lalu

Hak Pemegang Saham, Inilah Jenis-jenis Dividen

Dividen tunai dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk uang tunai. Jenis ini pula yang paling banyak digunakan.


Analis Ungkap Penyebab Saham Kebab Baba Rafi ARA di Hari Pertama

52 hari lalu

Analis Ungkap Penyebab Saham Kebab Baba Rafi ARA di Hari Pertama

Rovandi menanggapi harga saham pengelola jaringan waralaba Kebab Baba Rafi PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) yang terbang hingga ARA.


IHSG Menghijau 5 Hari Berturut-turut, Telkom hingga Allo Bank Pendorong Terkuat Hari Ini

53 hari lalu

IHSG Menghijau 5 Hari Berturut-turut, Telkom hingga Allo Bank Pendorong Terkuat Hari Ini

Telkom Indonesia (TLKM) menjadi saham penggerak terkuat IHSG pada sesi perdagangan hari ini dengan sumbangan 8,88 poin.


Kebab Baba Rafi Melantai di Pasar Modal, Harga Saham Langsung ARA

53 hari lalu

Kebab Baba Rafi Melantai di Pasar Modal, Harga Saham Langsung ARA

Emiten saham tersebut adalah pengelola jaringan waralaba Kebab Baba Rafi PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI).


BEI: Investor Asing Beli Bersih Rp 58,88 Triliun Sejak Awal Tahun

59 hari lalu

BEI: Investor Asing Beli Bersih Rp 58,88 Triliun Sejak Awal Tahun

Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono menyatakan sepanjang tahun 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 58,88 triliun.


Angkasa Pura II Terdepak dari Halim

25 Juli 2022

Angkasa Pura II Terdepak dari Halim

Dua belas tahun bersengketa, PT Angkasa Pura II akhirnya melepas pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma ke tangan PT ATS.