Dipanggil Polisi, Sandiaga Uno: Tim Hukum Akan Klarifikasi

Reporter

Editor

Ali Anwar

Sandiaga S. Uno di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 31 Maret 2017. Sandiaga S. Uno diperiksa terkait dengan kasus dugaan penggelapan tanah di kawasan Curug, Tangerang, Banten. Dok.TEMPO/Febri Husen

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan tim hukumnya akan melakukan klarifikasi terkait dengan beredarnya surat panggilan dari Kepolisian Daerah Metro Jaya. "Sore ini, ada klarifikasi oleh tim hukum, terdiri atas tim hukum yang di Balai Kota, Biro Hukum, dan tim hukum yang menangani," ucap Sandiaga Uno di Balai Kota DKI, Rabu, 17 Januari 2018.

Sandiaga Uno mengaku, sampai hari ini, dia belum menerima surat panggilan dari kepolisian. Pelibatan tim hukum pemerintah DKI, ujar dia, harus dilakukan karena dia sudah menjabat wakil gubernur.

Menurut Sandiaga, kasus yang menjeratnya itu sudah enam kali dilaporkan. Bahkan Sandiaga mengklaim telah menyampaikan keterangan saat masih berkampanye sebanyak delapan kali. Sandiaga memastikan dia akan bersikap kooperatif dan tak menutupi apa pun. "Selama menjalankan usaha, saya selalu patuh pada koridor hukum dengan tata kelola yang baik. Jadi, insya Allah," ucap Sandiaga.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sandiaga pada Kamis, 18 Januari 2018. Dia dipanggil sebagai saksi kasus penipuan dan penggelapan dalam penjualan lahan seluas 1 hektare di Jalan Curug Raya, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. 

Pemanggilan ini merupakan yang kedua kalinya setelah Sandiaga Uno mangkir dalam panggilan pertama pada 11 Oktober 2017 atau lima hari sebelum dia dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI bersama Gubernur Anies Baswedan. Saat itu, kuasa hukum Sandiaga mengajukan penundaan pemeriksaan dengan alasan kliennya tengah mempersiapkan pelantikan.

Surat pemanggilan kedua ini dialamatkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Surat yang ditandatangani Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi itu tertanggal 15 Januari 2018.

Sandiaga dan rekannya dilaporkan ke polisi pada 8 Maret 2017. Pelapor bernama Fransiska Kumalawati Susilo menuturkan kejadian bermula pada 2012. Saat itu, Sandiaga dan rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi, menjual lahan seluas hampir 1 hektare seharga Rp 12 miliar.

Andreas sudah berstatus tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan tersebut. Dari tiga lahan bersertifikat tadi, satu di antaranya seluas 3.000 meter milik Djoni Hidayat. Nah, lahan itu ikut dijual perusahaan milik Sandiaga dan Andreas, yakni PT Japirex.

Modusnya, Sandiaga Uno dan Andreas membalik nama sertifikat lahan milik Djoni menjadi milik perusahaan mereka. Padahal, menurut Fransiska, perusahaan yang ingin membeli lahan harus menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS). Namun hal itu tidak terjadi. PT Japirex menguasai lahan tanpa melalui RUPS.






Sandiaga Uno: Siapa pun Harus Siap Dicalonkan untuk Pilpres 2024

16 jam lalu

Sandiaga Uno: Siapa pun Harus Siap Dicalonkan untuk Pilpres 2024

Sandiaga Uno mengatakan soal suara agar dia menjadi calon presiden atau calon wakil presiden akan berganung pada keputusan partai politik.


Presiden Jokowi Buka Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia Ketiga di Bali

1 hari lalu

Presiden Jokowi Buka Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia Ketiga di Bali

Presiden Jokowi membuka Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia atau World Conference on Creative Economy ketiga di Bali. Acara tersebut dihadiri oleh 1.000 pelaku pentahlix yang terdiri dari akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media dari seluruh dunia.


Sandiaga: Untuk Menghadapi Resesi, Kita Bertopang kepada UMKM

1 hari lalu

Sandiaga: Untuk Menghadapi Resesi, Kita Bertopang kepada UMKM

Sandiaga Salahuddin Uno menyebut Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan solusi untuk menghadapi potensi resesi global.


Sandiaga Siapkan 23 Hotel untuk Delegasi KTT G20 di Bali

2 hari lalu

Sandiaga Siapkan 23 Hotel untuk Delegasi KTT G20 di Bali

Sandiaga mengklaim kesiapan akomodasi di Bali untk KTT G20 sudah hampir 100 persen.


Masa Berlaku Paspor 10 Tahun, Sandiaga Minta Masyarakat Tetap Berwisata di Indonesia

3 hari lalu

Masa Berlaku Paspor 10 Tahun, Sandiaga Minta Masyarakat Tetap Berwisata di Indonesia

Mekipun masa berlaku paspor diperpanjang menjadi 10 tahun, Sandiaga Uno mengimbau masyarakat tetap berwisata di dalam negeri.


Soal Tragedi Kanjuruhan, Sandiaga Uno: Harus Jadi Pelajaran dalam Mengelola Event

3 hari lalu

Soal Tragedi Kanjuruhan, Sandiaga Uno: Harus Jadi Pelajaran dalam Mengelola Event

Sandiaga Uno mengatakan tragedi Kanjuruhan harus menjadi pelajaran untuk mengelola event ke depan.


Sambut Anies Baswedan Lengser dari DKI 1, Dino Patti Djalal: Ini Bukan Acara Politik

4 hari lalu

Sambut Anies Baswedan Lengser dari DKI 1, Dino Patti Djalal: Ini Bukan Acara Politik

Foreign Policy Community of Indonesia yang didirkan Dino Patti Djalal gelar perpisahan Anies Baswedan yang segera lengser dari jabatannya.


Temui Investor Singapura East Hospitality hingga RedDoorz, Sandiaga Ajak Investasi di Sektor Pariwisata

5 hari lalu

Temui Investor Singapura East Hospitality hingga RedDoorz, Sandiaga Ajak Investasi di Sektor Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bertemu dengan beberapa investor asal Singapura untuk berinvestasi di sektor pariwisata di Indonesia.


Sandiaga Uno Respon Soal Namanya Disebut Sebagai Cawapres Terkuat Dalam Survei

5 hari lalu

Sandiaga Uno Respon Soal Namanya Disebut Sebagai Cawapres Terkuat Dalam Survei

Sandiaga Uno menyatakan keputusan soal capres atau cawapres berada di tangan partai politik.


Sambangi Kustomfest 2022, Sandiaga Uno Bilang Begini

5 hari lalu

Sambangi Kustomfest 2022, Sandiaga Uno Bilang Begini

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membuka pameran modifikasi motor Kustomfest 2022 di JEC, Yogya, pada Sabtu 1 Oktober 2022.