Sandiaga Uno Minta Dishub Segera Bangun TOD Kampung Rambutan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri FGD Terkait Penerapan Konsep Pengembangan Kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Balai Kota Jakarta, Selasa, 14 November 2017. TEMPO/Larissa Huda

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri FGD Terkait Penerapan Konsep Pengembangan Kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Balai Kota Jakarta, Selasa, 14 November 2017. TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera membangun transit oriented development atau TOD di Terminal Kampung Rambutan.

    "Saya ada catatan penting. Saya memberi tugas ke Pak Kadishub untuk Terminal Kampung Rambutan segera dibangun TOD-nya, yang dipimpin Dishub untuk mengintegrasikan dari Terminal Kampung Rambutan dan LRT Kampung Rambutan," kata Sandiaga di kantor Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kamis, 19 Januari 2018.

    Sandiaga meminta agar Dinas Perhubungan dan jajarannya bekerja sama dengan Adhi Karya dari badan usaha milik negara (BUMN), PD Sarana Jaya dari BUMD, serta pihak swasta untuk membantu merealisasikan. "Paling tidak rencananya bisa dimatangkan satu dua bulan ke depan dan dipresentasikan untuk diputuskan pimpinan," ujarnya.

    Sandiaga mengatakan luas tanah di Kampung Rambutan sekitar 14 hektare dan bisa jadikan rumah susun dengan DP nol rupiah.

    Baca: Bukan Cari Untung, Pengembang Rusun DP Nol Rupiah Minta Insentif

    Sandiaga memperkirakan 12 ribu lapangan pekerjaan bisa tercipta, khususnya di Kampung Rambutan. "Karena, TOD salah satu yang paling masif. Saya minta tolong Pak Kadis difinalisasikan," ucapnya.

    "Saya tunggu plan dari Kepala Dinas Perhubungan kapan mau mematangkan, saya pokoknya siap dorong," tutur Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.