Gedung Promoter, Tito Karnavian: Kita Tak Kalah dengan Singapura

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Promoter. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    Gedung Promoter. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian meresmikan Gedung Promoter di kawasan Kantor Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya pada Jumat pagi, 19 Januari 2018 sekitar pukul 09.30 WIB. "Setelah 13 tahun menunggu," ujar Tito saat memberikan sambutan.

    Tito berujar gedung yang diberi nama sesuai dengan visi kepolisian saat ini, yaitu Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter) itu adalah salah satu bentuk modernisasi kepolisian.

    "Kita tidak kalah dengan Kantor Kepolisian Metro di Singapura dan Skotlandia," tuturnya.
    Baca : Kapolri Tito Karnavian Melantik 79 Perwira Menengah

    Kepala Kepolisian Metro Jakarta Raya Inspektur Jenderal Idham Azis berujar pembangunan gedung itu adalah bagian dari peningkatan fasilitas di Polda Metro Jaya.

    Peletakan batu pertama gedung yang memakan biaya Rp 498 milyar itu sudah dilakukan sejak September 2004. "Pelaksanaan pembangunan sejak 3 Desember 2004, dan dinyatakan selesai 18 Januari 2018," tuturnya. Artinya, pembangunan memakan waktu sekitar 13 tahun.

    Pada awalnya, kata Idham, gedung yang mengusung konsep go-green itu akan digunakan untuk  Detasemen Khusus 88 Anti-Teror. Namun akhirnya, saat ini diputuskan untuk digunakan sebagai kantor utama Polda Metro Jaya.

    Nantinya, kata Idham, sejumlah direktorat dan biro akan pindah ke gedung setinggi 23 lantai itu. "Ini akan jadi tambahan motivasi untuk berbuat yang terbaik untuk Polri dalam melaksanakan dan mengemban tugas negara," kata dia.

    Tito dan rombongannya datang sekitar pukul 09.00 WIB. Dia dikawal dua jawara Betawi berpakaian merah dan seorang juru pantun. Sementara itu, datang lebih dahulu Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Inspektur Jenderal Idham Azis. Dia ditemani dua jawara berpakaian ungu dan juga seorang juru pantun.

    Sebelum masuk ke panggung peresmian, mereka disuguhkan kesenian khas Betawi, Palang Pintu. Para juru pantun bersahutan melempar pantun, serta para jawara beradu silat. Keduanya pun merapat ke tempat peresmian.

    Selain disuguhkan kesenian Betawi, peresmian gedung baru oleh Kapolri Tito Karnavian itu juga disambut oleh iring-iringan motor gede yang dikendarai polisi wanita yang mengelilingi halaman dan jalanan depan gedung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.