Pencemaran Kali Bekasi, Perusahaan Jins Diancam Pasal Berlapis

Perubahan Warna Air Kali Bekasi Diselidiki

TEMPO.CO, Bekasi – Penyidik kepolisian menunggu hasil uji laboratorium forensik pada limbah perusahaan pencucian bahan jins PT Millenium Laundry di Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi yang diduga melakukan pencemaran.

"Paling cepat hasil lab pekan ini keluar," kata Kepala Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Indarto pada Jumat, 19 Januari 2018.

Baca juga: Mencemari Kali Bekasi, PT. Millenium Laundry Sudah 6 Kali Ditegur

Indarto mengatakan, contoh limbah cair diambil dari saluran akhir mengarah ke Sungai Bekasi. Limbah itu sedang diteliti tingkat keasaman, dan kandungan berbahaya lainnya. Hasil uji tersebut akan dipakai penyidik menentukan tersangka terhadap orang yang bertanggung jawab pada perusahaan tersebut.

Jika ditemukan limbah yang dibuang mengandung bahan berbahaya di bawah baku mutu, kata dia, penyidik akan menjerat perusahaan dengan Pasal 98 Undang-Undang RI nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Hasil lab dipakai sebagai bukti autentik oleh kepolisian," kata Indarto.

Sejauh ini, kata dia, penyidik baru menemukan dua pelanggaran hukum perusahaan sesuai dengan Pasal 102 dan Pasal 103. Di dalam pasal 102 disebutkan bahwa perusahaan tersebut telah berani mengolah limbah mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) tanpa izin.

Sedangkan dalam Pasal 103 perusahaan diduga tidak melakukan pengolahan limbah dengan tata cara yang semestinya. "Tapi, kami belum menetapkan tersangka," ujarnya.

Indarto mengatakan, penyidik juga akan menelisik informasi bahwa ada warga setempat sakit pernafasan akibat pencemaran udara dari pembakaran.

Sebab, perusahaan itu menggunakan bahan bakar batu bara untuk mengoperasikan belasan binatu berukuran besar. "Ini baru selentingan, kami akan dalami," kata Indarto.

Indarto menambahkan, polisi sudah memeriksa tujuh orang saksi di perusahaan tersebut, mulai dari penjaga, operator mesin, sampai dengan orang yang bertanggung jawab di sana. Polisi kini juga tengah memintai keterangan pegawai di Dinas Lingkungan Hidup, Kota Bekasi. "Kami masih mendalami berbagai keterangan yang disampaikan oleh saksi-saksi," ujar Indarto.

Indarto memastikan perusahaan tersebut sudah tidak operasi. Polisi telah memasang garis polisi di area pengolahan limbah sampai gerbang perusahaan. Menurut dia, garis polisi tidak akan dicopot sampai kasus penyidikan rampung.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Sugiono, pihaknya melaporkan perusahaan itu ke polisi karena membandel.

Sebab, perusahaan tetap beroperasi meskipun tak mempunyai izin, dan sarana pengolahan limbah tak memenuhi syarat teknis. "Kami sudah segel, tapi mereka tetap operasi," kata dia.

Simak juga: Pencemaran di Kali Bekasi, Jumhana: Sumbernya Berasal dari Pabrik

Buntut dari penyegelan awal, organisasinya diadukan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia oleh sejumlah buruh di perusahaan tersebut. Sugiono mengatakan, pemerintah sudah memberikan klarifikasi perihal penyegelan itu. "Kami sudah menjelaskan, dan membawa fakta-fakta bahwa perusahaan mencemari lingkungan," kata dia.

Fakta-fakta tersebut, misalnya, hasil uji laboratorium terhadap kandungan keasaman air Kali Bekasi di bawah baku mutu yaitu di bawah 7, polusi udara karena perusahaan menggunakan bahan bakar dari batu bara, serta keluhan dari masyarakat, serta dokumen perizinan.

"Bukti itu juga kami serahkan ke polisi," kata Sugiono menjelaskan soal pencemaran di Kali Bekasi.






Bukan Sekadar Lagu, 5 Fakta Menarik Bengawan Solo

5 hari lalu

Bukan Sekadar Lagu, 5 Fakta Menarik Bengawan Solo

Bengawan Solo, sungai terpanjang di Indonesia. Ini 5 fakta menarik tentang sungai ini, termasuk pesawat Garuda Pernah water landing dan pencemaran.


Dana Karangan Bunga Kota Bekasi Mencapai Rp 1,1 Miliar, Paling Tinggi di Jabodetabek

15 hari lalu

Dana Karangan Bunga Kota Bekasi Mencapai Rp 1,1 Miliar, Paling Tinggi di Jabodetabek

Pemerintah Kota Bekasi menetapkan anggaran karangan bunga sebesar Rp 1,1 miliar dalam APBD tahun 2022.


DKI Gandeng Tangsel dan Kota Bekasi untuk Uji Emisi Kendaraan Bermotor

18 hari lalu

DKI Gandeng Tangsel dan Kota Bekasi untuk Uji Emisi Kendaraan Bermotor

Dinas Lingkungan DKI Jakarta menggandeng Tangsel dan Kota Bekasi untuk menggelar uji emisi kendaraan bermotor.


PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Milik Kabupaten, Kota Bekasi Bakal Bayar Kompensasi Rp 155 Miliar

42 hari lalu

PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Milik Kabupaten, Kota Bekasi Bakal Bayar Kompensasi Rp 155 Miliar

Setelah pemisahan aset rampung, PDAM Tirta Bhagasasi akan fokus melayani kebutuhan air bersih untuk warga Kabupaten Bekasi saja.


Tawuran Remaja di Bekasi: Satu Orang Tewas, 15 Ditangkap, 3 Tersangka Pengeroyokan

52 hari lalu

Tawuran Remaja di Bekasi: Satu Orang Tewas, 15 Ditangkap, 3 Tersangka Pengeroyokan

Polres Metro Bekasi Kota menangkap 15 pelaku tawuran yang menewaskan seorang remaja. Tiga orang ditetapkan tersangka pengeroyokan


Polisi Tangkap 15 Pelaku Tawuran di Bekasi yang Tewaskan Satu Orang

52 hari lalu

Polisi Tangkap 15 Pelaku Tawuran di Bekasi yang Tewaskan Satu Orang

Polsek Bekasi Kota menangkap 15 pelaku tawuran yang diduga mengeroyok pemuda 17 tahun berinisial AN hingga tewas.


Viral Karyawan Alfamart Rekam Tanpa Izin Pencuri Cokelat, Pengacara: Tak Serta Merta Kena UU ITE

53 hari lalu

Viral Karyawan Alfamart Rekam Tanpa Izin Pencuri Cokelat, Pengacara: Tak Serta Merta Kena UU ITE

Boris Tampubolon mengungkapkan karyawan Alfamart yang merekam video atau mengambil foto tanpa izin tidak serta merta dapat dipidana dengan UU ITE.


Staf Perpustakaan SMP Negeri di Bekasi Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

2 Agustus 2022

Staf Perpustakaan SMP Negeri di Bekasi Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

Polisi menetapkan staf perpustakaan SMP Negeri 6 Kota Bekasi sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap 3 siswi sekolah tersebut.


Viral Pelecehan Seksual di SMP Negeri Kota Bekasi, Polda Metro Jaya Turun Tangan

2 Agustus 2022

Viral Pelecehan Seksual di SMP Negeri Kota Bekasi, Polda Metro Jaya Turun Tangan

Polres Metro Kota Bekasi telah melakukan penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual di SMP Negeri Kota Bekasi.


Sungai Cileungsi Diduga Tercemar Limbah, Warga Keluhkan Air Kali Berbusa dan Bau

28 Juli 2022

Sungai Cileungsi Diduga Tercemar Limbah, Warga Keluhkan Air Kali Berbusa dan Bau

Warga Desa Bojong Kulur mengatakan peristiwa Sungai Cileungsi berbusa dan bau limbah kimia bukan sekali ini saja terjadi.