Kejari Jaksel Ungkap Kekurangan Pada Kasus Ahmad Dhani Hina Ahok

Reporter

Ahmad Dhani tiba di kantor Polres Jakarta Selatan untuk memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian, Jakarta, Kamis, 30 November 2017. Tempo/Adam Prireza

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mengembalikan berkas perkara kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada Polres Jakarta Selatan.

Menurut Kejaksaan, berkas hasil penyidikan tersebut belum lengkap atau form P19. "Selasa, 16 Januari 2018, kemarin (berkas) dikembalikan ke penyidik," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Yovandi Yazid kepada Tempo pada Ahad, 21 Januari 2018.

Yazid menerangkan, berkas kasus Ahmad Dhani dikembalikan kepada Kepolisian lantaran masih ada yang belum lengkap. "(Syarat) Formil dan materiilnya belum lengkap."

Yazid menolak menyebutkan bukti apa saja yang kurang dan harus dilengkapi oleh Kepolisian. "Karena masuk dalam rahasia penyidikan," ujarnya. "Yang pasti, secara formil dan materiil belum memenuhi syaratlah untuk dilimpahkan ke pengadilan."

BacaKenapa Polisi Perlu 9 Bulan untuk Jadikan Ahmad Dhani Tersangka

Ahmad Dhani menjadi tersangka karena laporan Jack Lapian ke polisi pada Kamis, 9 Maret 2017. Jack mengajukan bukti beberapa cuitan Ahmad Dhani via akun @AHMADDHANIPRAST yang dinilai menyebarkan kebencian kepada Ahok menjelang putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

Cuitan Dhani dengan frasa "penista agama" dianggap diarahkan kepada  Ahok. Jack mencontohkan cuitan pada 7 Februari 2017, yakni, “Yang menistakan agama si Ahok...yang diadili KH. Ma'ruf Amin... -ADP.”

Dibutuhkan waktu sembilan bulan sampai laporan itu masuk ke penyidikan dan polisi menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka ujaran kebencian terhadap Ahok via media sosial.

Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan membenarkan pengembalian berkas kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani terhadap Ahok itu dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. "Intinya memang ada kekurangan pada berkas yang kami serahkan kemarin," kata Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris besar Mardiaz Kusin saat dihubungi Tempo pada  Sabtu, 20 Januari 2018.

Mardiaz menuturkan, penyidik akan segera melengkapi kekurangan yang ada di berkas tersebut. Namun, dia juga enggan menyebutkan kekurangannya sehingga berkas tersebut dikembalikan Kejaksaan.

Menurut dia, Kejaksaan memberikan beberapa petunjuk kepada penyidik agar berkas tersebut bisa segera dilengkapi. "Ini, kan perkara yang tentunya ada pihak lawan yang akan bertahan. Jadi tidak mungkin dong kami beri tahu (kekurangannya)," ucap Mardiaz.

Penyidik berkomitmen segera melengkapi berkas kasus Ahmad Dhani sesuai dengan masukan Kejaksaan. Mardiaz memperkirakan pekan depan berkas bisa kembali diserahkan kepada Kejaksaan agar kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani terhadap Ahok segera disidangkan.






Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

1 hari lalu

Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

Pantai Maju Jakarta di pulau reklamasi Ahok yang diubah Anies, prostitusi yang dilarang di Jakarta , dan kenangan BJ Habibie masuk Top 3 Metro.


Dewa 19 feat Ello Ajak Penonton Joget hingga Galau Bareng di We The Fest 2022

1 hari lalu

Dewa 19 feat Ello Ajak Penonton Joget hingga Galau Bareng di We The Fest 2022

Dewa 19 feat Ello tetap ingin tampil maksimal membawakan lagu lama dan baru di hari ketiga We The Fest 2022 meski dalam waktu yang singkat.


Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

2 hari lalu

Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

DKI Jakarta mengoperasikan kawasan Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) Pantai Maju Jakarta untuk bermain layang-layang.


Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

2 hari lalu

Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

NSN mengungkapkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin melorot yang mencapai 30,3 persen.


Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

5 hari lalu

Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

Anies Baswedan memasukkan kampung kota dalam regulasi baru. Menurut dia, tidak ada terminologi kampung dalam aturan lama tata ruang tahun 2014.


Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

8 hari lalu

Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

Anies Baswedan membahas beragam isu termasuk soal politik saat bertemu tiga ketua umum partai politik.


Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

8 hari lalu

Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

Anies Baswedan menyebut tak sengaja bertemu dengan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di hotel yang sama.


Anies Baswedan Bertemu Presiden PKS, AHY Demokrat, Surya Paloh Nasdem, dan Jusuf Kalla

8 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Presiden PKS, AHY Demokrat, Surya Paloh Nasdem, dan Jusuf Kalla

Anies Baswedan tak menjawab ketika ditanya apakah membahas soal pemilihan presiden (Pilpres) 2024 ketika bertemu 3 pimpinan partai politik.


Perang Kata-kata Hasto Kristiyanto PDIP vs Mohammad Idris PKS, dan Anies Temu Ahok Jadi Top 3 Metro

8 hari lalu

Perang Kata-kata Hasto Kristiyanto PDIP vs Mohammad Idris PKS, dan Anies Temu Ahok Jadi Top 3 Metro

Wali Kota Depok Mohammad Idris memberikan peringatan keras Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto agar tidak asal bicara tentang kepemimpinannya.


Anies Baswedan Bertemu Ahok di Pernikahan Anak Politikus Nasdem

8 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Ahok di Pernikahan Anak Politikus Nasdem

Anies Baswedan sempat berbincang ringan dengan Ahok saat hadir di pernikahan anak politikus Nasdem Sugeng Suparwoto.