Djudju Berharap Hakim Batalkan Dakwaan Hate Speech Jonru Ginting

Terdakwa Jon Riah Ukur atau Jonru Ginting menjalani sidang keduanya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 15 Januari 2018. TEMPO/M. Julnis Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Sidang putusan sela terdakwa kasus hate speech atau ujaran kebencian, Jonru Ginting, akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 22 Januari 2018. Persidangan keempat tersebut akan membuktikan dakwaan jaksa terhadap Jonru Ginting telah memenuhi syarat formil dan materiil sesuai dengan Pasal 143 KUHAP.

Menurut kuasa hukum Jonru Ginting, Djudju Purwantoro, berdasarkan eksepsi atau keberatan pengacara yang telah disampaikan pada sidang kedua kasus ini, dalam sangkaan terhadap kliennya ditemukan banyak kecacatan formil yang tidak dipenuhi dalam dakwaan jaksa.

"Karena itu sebenarnya sudah cukup jadi alasan hukum majelis hakim menerima eksepsi kami," kata Djudju melalui rilis yang diterima Tempo, Senin.

Baca: Simak Alasan Jaksa Sebut Eksepsi Jonru Ginting Mengada-ada

Jonru Ginting ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan ujaran kebencian. Ia dilaporkan terkait dengan status Facebook-nya yang berbunyi, “1945 Kita Merdeka dari Jajahan Belanda & Jepang. 2017 Kita BELUM Merdeka dari Jajahan Mafia Cina.”

Jonru langsung ditahan di Polda Metro Jaya. Setelah Jonru ditangkap, kepolisian menggeledah rumah Jonru serta menyita laptop, flash disk, dan beberapa barang bukti lain. Jonru dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 35 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Menurut Djudju, jika eksepsi pihaknya ditolak, akan timbul kekacauan hukum pada agenda pemeriksaan pokok perkara. Alasannya, akan sulit membuktikan suatu perbuatan (materiil) jika aspek formilnya banyak kecacatan.

"Kami meyakini majelis hakim menerima eksepsi kami dengan putusan dakwaan batal demi hukum atau setidak-tidaknya dakwaan tidak dapat diterima."

Dalam persidangan hari ini, tutur Djudju, pihaknya berharap baik jaksa maupun majelis hakim bersikap adil dan obyektif dalam memeriksa perkara Jonru Ginting






Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Diduga Lakukan Ujaran Kebencian Terhadp Polri, Bagaimana Hukumnya?

29 Juli 2022

Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Diduga Lakukan Ujaran Kebencian Terhadp Polri, Bagaimana Hukumnya?

Polda Metro Jaya menangkap pemilik akun SnackVideo @rakyatjelata_98, AH, yang diduga menyebarkan ujaran kebencian. Apa dasar hukum ujaran kebencian?


Jadi Tersangka, Roy Suryo Dijerat Pasal Penistaan Agama dan Ujaran Kebencian

22 Juli 2022

Jadi Tersangka, Roy Suryo Dijerat Pasal Penistaan Agama dan Ujaran Kebencian

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus meme patung Buddha di Candi Borobudur berwajah mirip Jokowi


Mengenal Cancel Culture dari Pakar UNAIR

17 Februari 2022

Mengenal Cancel Culture dari Pakar UNAIR

Pakar komunikasi asal UNAIR Nisa Kurnia Illahiati berpendapat bahwa perilaku cancel culture dapat menjadi pola perilaku pada pengguna media sosial.


Ma'ruf Amin Ingatkan Milenial Mengkritik Harus Konstruktif

4 Januari 2022

Ma'ruf Amin Ingatkan Milenial Mengkritik Harus Konstruktif

Wapres Ma'ruf Amin meminta publik menyampaikan pendapat sesuai aturan agar tidak menimbulkan konflik atau keresahan.


Susi Pudjiastuti Cuit Soal Utang Luar Negeri, Begini Reaksi Stafsus Sri Mulyani

17 Februari 2021

Susi Pudjiastuti Cuit Soal Utang Luar Negeri, Begini Reaksi Stafsus Sri Mulyani

Unggahan Susi Pudjiastuti soal berita lawas tentang utang luar negeri Indonesia yang mencapai Rp 5.803 triliun ditanggapi oleh stafsus Sri Mulyani.


Jokowi Minta Dikritik, Susi - Kwik Kian Gie Soroti Hate Speech dan Buzzer

10 Februari 2021

Jokowi Minta Dikritik, Susi - Kwik Kian Gie Soroti Hate Speech dan Buzzer

Susi Pudjiastuti dan Kwik Kian Gie pernah menyampaikan keluh kesah mereka seputar berpendapat di ruang publik.


Menag Gus Yaqut Sowan ke Putra Mbah Moen dan Gus Baha

26 Desember 2020

Menag Gus Yaqut Sowan ke Putra Mbah Moen dan Gus Baha

Gus Yaqut yang baru beberapa hari menjabat Menag tersebut meminta nasihat dalam menjalankan tugasnya di Kementerian Agama.


Imbas Covid-19, Ujaran Kebencian Terhadap Orang Myanmar Meningkat di Thailand

24 Desember 2020

Imbas Covid-19, Ujaran Kebencian Terhadap Orang Myanmar Meningkat di Thailand

Pekerja migran Myanmar dituduh menularkan Covid-19 ke warga Thailand


Dilaporkan Karena Sindir Anies Baswedan, Faizal: Gak Penting

14 Maret 2019

Dilaporkan Karena Sindir Anies Baswedan, Faizal: Gak Penting

Menurut Faizal Assegaf, cuitan itu dilontarkan kepada Anies Baswedan yang merupakan seorang pejabat publik.


Sindir Anies Baswedan, Akun Twitter Ini Dilaporkan ke Polisi

14 Maret 2019

Sindir Anies Baswedan, Akun Twitter Ini Dilaporkan ke Polisi

Pemilik akun twitter @faizalassegaf dilaporkan ke polisi karena dianggap telah melakukan tindakan ujaran kebencian terhadap Anies Baswedan.