Alasan Polisi Periksa Direktur LBH dalam Kasus Novel Baswedan

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) saat menggelar aksi di depan Istana Negara, Jakarta, 11 Januari 2018. Sembilan bulan lalu, tepatnya 11 April 2017, telah terjadi penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Alghiffari Aqsa dipanggil Kepolisian Daerah Metro Jaya pada Kamis, 25 Januari 2018 siang ini dalam kaitan kasus Novel Baswedan.

Juru bicara Polda Metro Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menuturkan pemeriksaan Alghiffari berkaitan dengan pernyataannya soal kasus penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan, di salah satu stasiun televisi.

"Hari ini kami panggil jam 14.00, siapa tau kesaksian dia bisa membantu polisi mengungkap," ujar Argo di Kantor Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kamis, 25 Januari 2018.
Baca : Diperiksa 9 Jam, Dahnil Makin Pesimis Soal Kasus Novel Baswedan

Argo berujar Alghiffari menyatakan bahwa memiliki saksi untuk bisa mengungkap kasus Novel Baswedan dan bakal membawanya ke kepolisian.

Alghiffari Aqsa sendiri adalah kuasa hukum dari Novel Baswedan dan bukan saksi yang melihat dan mengalami tindak pidana sebaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (26) KUHAP.

Sudah hampir sembilan bulan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan belum kunjung terungkap. Sebelumnya, Argo menuturkan telah ada 1.058 laporan masyarakat ke hotline Polda Metro Jaya.

Namun hingga kini tidak satu pun pelapor yang memberikan informasi berguna tentang kasus yang terjadi pada April 2017. Alih-alih memberikan informasi yang signifikan, sebagian besar pelapor malah mengisengi polisi.

Penyiraman air keras terhadap Novel terjadi pada 11 April 2017 dan diduga dilakukan dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor. Penyerangan terjadi ketika Novel pulang seusai salat subuh di Masjid Al-Ikhsan dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Simak juga :

Sketsa wajah orang terduga penyerang Novel dibuat Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Pusinafis) Polri bersama Australian Federal Police (AFP). Bahannya diambil dari rekaman closed-circuit television (CCTV) di tempat kejadian. Penyidik juga telah memeriksa 66 saksi.

Argo menuturkan, selain terus mengusut dan menyebar sketsa wajah, polisi terus mengevaluasi efektivitas layanan hotline untuk mencari pelaku penyiraman air keras dalam kasus Novel Baswedan. "Sampai sekarang masih belum mendapatkan informasi yang signifikan, tapi penyidik masih tetap berjalan, bekerja untuk mencari siapa, sih, pelakunya," ujar Argo.






Azyumardi Azra Habis-habisan Dukung Pegawai KPK yang Dianggap Tak Lolos TWK: Berakhir Sendu

4 hari lalu

Azyumardi Azra Habis-habisan Dukung Pegawai KPK yang Dianggap Tak Lolos TWK: Berakhir Sendu

Azyumardi Azra menilai TWK yang dilakukan KPK penuh masalah. Ia dan 73 guru besar menilai pelaksanaan tes tersebut melanggar hukum dan etika publik.


Master Security IT: Kenali Bahaya 4 Serangan Siber, Phishing hingga Ransomwar

11 hari lalu

Master Security IT: Kenali Bahaya 4 Serangan Siber, Phishing hingga Ransomwar

Kebocoran data pribadi belakangan ini menyadarkan publik bahwa modus serangan siber memiliki ragam bentuk, seperti phishing, skimming, carding, ataupun ransomware.


Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Ini Tugas Novel Baswedan dan 43 Eks Pegawai KPK Korban TWK

12 hari lalu

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Ini Tugas Novel Baswedan dan 43 Eks Pegawai KPK Korban TWK

Polri mengembangkan Satgassus Pencegahan Korupsi. Apa saja tuganya? Novel Baswedan dan 43 eks pegawai KPK korban TWK ada di sana.


Kata Novel Baswedan tentang Suap dan Gratifikasi, Lapor Hanya ke KPK?

32 hari lalu

Kata Novel Baswedan tentang Suap dan Gratifikasi, Lapor Hanya ke KPK?

Novel Baswedan menjelaskan perbedaan antara gratifikasi dan suap. Berapa hari maksimal seseorang diwajibkan lapor terima gratifikasi?


Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Soroti Pupuk Bersubsidi, Novel Baswedan: 3 Potensi Pidana Korupsi

35 hari lalu

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Soroti Pupuk Bersubsidi, Novel Baswedan: 3 Potensi Pidana Korupsi

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri yang diperkuat Novel Baswedan membeberkan potensi korupsi di tubuh Kementerian Pertanian.


Novel Baswedan Kritik Rompi Biru Antikorupsi KPK: Kurang Bisa Kerja

1 Juni 2022

Novel Baswedan Kritik Rompi Biru Antikorupsi KPK: Kurang Bisa Kerja

Novel Baswedan mengatakan tugas utama yang seharusnya dikerjakan oleh KPK justru tidak dilakukan dengan baik sehingga tidak membuahkan hasil.


IPW Anggap KPK Menyerah Kejar Harun Masiku

26 Mei 2022

IPW Anggap KPK Menyerah Kejar Harun Masiku

IPW menilai pernyataan KPK yang meminta masyarakat untuk ikut mengejar Harun Masiku dengan biaya pribadi sebagai kibaran bendera putih.


Dituding Tak Serius Cari Harun Masiku, KPK: Tak Bisa Kami Detailkan

25 Mei 2022

Dituding Tak Serius Cari Harun Masiku, KPK: Tak Bisa Kami Detailkan

KPK menyatakan tak bisa mendetailkan langkah mereka dalam pencarian Harun Masiku.


Novel Baswedan Yakin KPK Tak Serius Mencari Harun Masiku

24 Mei 2022

Novel Baswedan Yakin KPK Tak Serius Mencari Harun Masiku

Novel Baswedan menduga Komisi Pemberantasan Korupsi tak pernah serius mencari Harun Masiku.


Eksaminasi Putusan Kasus Novel Baswedan: Hakim Potong Fakta Lapangan

20 April 2022

Eksaminasi Putusan Kasus Novel Baswedan: Hakim Potong Fakta Lapangan

Eksaminasi putusan kasus Novel baswedan menunjukkan ada beberapa fakta di lapangan yang tidak dipertimbangkan dalam putusan hakim.