Penyebab Anies Baswedan Hentikan Perubahan Nama Jalan Buncit

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara sepeda motor menerobos jalur Trans-Jakarta di perempatan Mampang Prapatan, Jakarta, 13 Juni 2016. Sejumlah pengendara masuk ek jalur Trans-Jakarta guna menghindari kemacetan. Tempo/Avit Hidayat

    Sejumlah pengendara sepeda motor menerobos jalur Trans-Jakarta di perempatan Mampang Prapatan, Jakarta, 13 Juni 2016. Sejumlah pengendara masuk ek jalur Trans-Jakarta guna menghindari kemacetan. Tempo/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menghentikan seluruh proses sosialisasi perubahan nama Jalan Buncit Raya menjadi Jenderal Besar A.H. Nasution. Anies mengatakan pergantian nama jalan harus ada persetujuan gubernur. 

    "Dihentikan semuanya," kata Anies di Gedung Teknis, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Februari 2018.

    Persiapan plang nama Jalan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, menurut Anies, belum memperoleh persetujuannya. “Jadi ikuti proses itu dan tidak bisa sekonyong-konyong, nggak bisa. Maka itu, saya malah garis bawahi, ikuti semua prosesnya," ujarnya.
     
    Anies juga akan mengubah Keputusan Gubernur Kepala Daerah Nomor 28 Tahun 1999 tentang Pedoman Penetapan Nama Jalan, Tanah dan Bangunan Umum di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Alasannya, peraturan tersebut tidak melibatkan masyarakat dan hanya melibatkan internal Pemprov DKI.

    Baca : Komunitas Betawi Buat Petisi Tolak Penggantian Nama Jalan Buncit

     “Saya ingin mengubah, agar proses penentuan nama melibatkan masyarakat” kata Anies.

    Anies Baswedan menambahkan komponen dalam proses pergantian nama jalan itu ada sejarawan, budayawan, dan ahli tata kota. "Nah, proses yang sekarang ada, saya akan hentikan dan saya akan ubah dulu Kepgubnya," ujarnya.
     
    Mekanisme pengusulan nama jalan juga dibuat terstruktur. "Jadi tidak bisa pengusulan itu diterima siapa saja, kemudian dieksekusi oleh siapa saja," kata Anies.
     
    Usulan penggantian nama jalan yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto hingga Jalan T.B Simatupang itu datang dari Ikatan Keluarga Nasution. "Tapi ini masih dikaji," kata Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi di Manggarai, Jakarta, Selasa, 30 Januari 2018. 

    Tri mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi penggantian nama jalan itu. Dia mengatakan masih meminta pendapat masyarakat. "Keputusannya nanti ada di Gubernur," kata dia.

    Baca: Kata Anies Baswedan Soal Penolakan Penggantian Nama Jalan Buncit

    Rencana pergantian nama jalan Buncit Raya itu terungkap lewat surat pemberitahuan dari Kelurahan Mampang Prapatan terkait pengubahan nama Jalan Mampang Raya yang tersebar di media sosial. Surat itu memuat instruksi Wali Kota Jakarta Selatan ihwal pelaksanaan kajian permohonan perubahan nama jalan.

    Surat bertanggal 29 Januari 2018 tersebut memuat instruksi pengkajian perubahan nama Jalan Terusan H.R Rasuna Said atau Jalan Mampang Raya dan Jalan Buncit Raya) menjadi Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.