Sabtu, 15 Desember 2018

DKI Siapkan Rp 60 Miliar Revitalisasi Taman Langsat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anjing peliharaan jenis Pomeranian meramaikan acara Paw Day di kawasan Taman Langsat di Kebayoran Baru, Jakarta, 27 Agustus 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anjing peliharaan jenis Pomeranian meramaikan acara Paw Day di kawasan Taman Langsat di Kebayoran Baru, Jakarta, 27 Agustus 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siapkan Rp 60 miliar untuk merevitalisasi Taman Lansia Langsat atau Taman Langsat di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, tahun ini. 

    "Targetnya sebelum Asian Games dimulai, revitalisasi taman itu selesai," kata Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Selatan J.S. Yuswardi saat dihubungi Tempo, 1 Februari 2018. Perhelatan olah raga Asian Games akan dibuka pada Agustus 2018.

    Ia menuturkan revitalisasi Taman Langsat akan segera dikerjakan oleh kontraktor dari Jakpro dan Sarana Jaya. Menurut dia, seluruh kewenangan pembangunan taman itu berada di tangan pemerintah provinsi. "Kami hanya ketempatan yang punya wilayah," ujarnya.

    Taman tersebut diajukan untuk direvitalisasi oleh masyarakat karena dianggap telah rusak. Revitalisasi akan merombak total seluruh struktur taman, termasuk akan ada pembangunan jogging track baru.

    Adapun, konsep pembangunan Taman Langsat akan seperti Taman Ayodya yang berhadapan dengan taman tersebut. Selama ini, Taman Langsat sebagian tertutup para pedagang.

    "Nanti lapak pedagang akan dibongkar. Jadi, Taman Langsat bisa langsung dilihat dari luar seperti Taman Ayodya," ujarnya. "Penataan meliputi seluruh aspek. Termasuk penataan sungai yang ada di dalam Taman Langsat."

    Seorang pengunjung, Norman, 35 tahun, mengatakan Taman Langsat memang harus diperbaiki. Terutama, kata dia, bagian atap balkon yang ada di sana. "Banyak yang atapnya sudah hilangm kalau hujan jadi tidak bisa berteduh," ujarnya.

    Menurut Norman, suasana Taman Langsat lebih nyaman dibandingkan dengan Taman Ayodya yang ada di hadapannya. "Suasananya enak sunyi," katanya.

    Petugas Pengamanan Dalam Dinas Kehutanan DKI Jakarta Hasibuan mengatakan warga datang ke Taman Langsat biasanya pagi dan sore, untuk lari. Sedangkan, untuk sisi yang ada jogging tracknya hanya boleh dimasuki warga sebelum magrib.

    "Kalau yang tepat di sebelah Taman Ayodya boleh sampai malam warga berkunjung," ujarnya.

    Namun, menurut dia, warga jarang ada yang berkunjung ke Taman Langsat, karena mereka lebih memilih ke Taman Ayodya yang lebih nyaman. Pengunjung enggan ke Taman Langsat karena terlihat tidak terawat. "Apalagi di Taman Langsat ada cerita mistis hantu tanpa kepala," ucapnya.

    Pantauan Tempo di Taman Langsat pada 31 Januari 2018, hanya ada dua pasang pengunjung yang ada di taman tersebut sekitar pukul 14.00. Selain itu, sungai yang berada di tengah taman tersebut juga tidak terawat dan banyak dijejali sampah.

    Suasana berbeda ketika berada di Taman Ayodya. Di Taman yang berukuran lebih kecil dari Taman Langsat tersebut, pengunjung lebih ramai dan ada beberapa titik parkir di sekitar taman yang dipenuhi motor pengunjung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.