Penyebab Basarnas Sulit Evakuasi Korban Longsor Underpass Soetta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Underpass Perimeter Selatan arah Bandara Soekarno-Hatta longsor, 1 kendaraan tertimbun, Senin, 5 Februari 2018. Foto/Polrs Bandara Soekarno-Hatta.

    Underpass Perimeter Selatan arah Bandara Soekarno-Hatta longsor, 1 kendaraan tertimbun, Senin, 5 Februari 2018. Foto/Polrs Bandara Soekarno-Hatta.

    TEMPO.CO, Tangerang - Badan Search and Rescue Nasional atau Basarnas sempat kesulitan mengevakuasi Mutmainah, korban kedua longsor di Underpass Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta, Banten. Korban sulit ditarik keluar dari reruntuhan mobil yang tertimbun beton dan material longsor karena bagian bawah badan Mutmainah terjepit.

    Kepala Badan Search and Rescue Nasional, M. Syaugi mengatakan Basarnas telah mengeluarkan korban Putri alias Gianti dengan selamat pada pukul 2.50 WIB, namun kesulitan saat evakuasi korban kedua, yaitu Mutmainah. "Space Mutmainah ini hanya 0,5 meter, ini kita perlu memotong semua yang menghalangi untuk bisa mengeluarkan korban sementara badan ke atas itu sudah bebas tetapi perut bagian bawah itu terjepit besi dari safety belt," kata Syaugi.

    Untuk mengeluarkan Mutmainah, Basarnas melakukan pemotongan terhadap penghalang di sekitar perut korban. Jika Mutmainah kesakitan, Basarnas akan memikirkan cara alternatif untuk melepaskan sabuk pengamannya.

    "Kalau bisa lepas itu pasti bisa keluar. Mutmainah sangat sadar karena bagaimanapun sebagai tim rescuer kita harus memberikan semangat untuk mentalnya supaya dia naik," kata dia.

    Syaugi menegaskan Mutmainah perlu diberikan dukungan moral agar dia tidak lemah, tetap sadar dan bisa berkomunikasi dengan baik. Basarnas juga memastikan Mutmainah diberikan oksigen dan minuman untuk menjaga cairan tubuhnya.

    "Kita yakinkan ini bisa. Kesulitan yang jelas itu beton ini aja sampai 50 sentimeter panjang 20 meter lebarnya hampir 6 meter itu saja sudah berat, ditimpa dengan tanah jadi berat sekali," ujar Syaugi.

    Menurut Syaugi, Basarnas telah memikirkan penggunaan jet hidrolik dan crane untuk mengangkut beban yang ada. Namun demikian kedua alat tersebut tak mampu mengangkat beban seberat 20 ton, sehingga dilakukan cara manual.

    "Space yang ada kita pertahankan dengan hidrolik tadi barulah tim rescue masuk satu persatu, ini hanya bisa 2 orang muatan masuk," ucap dia.

    Kendati ingin bergerak cepat, Syaugi dan tim penyelamat tetap mengutamakan prinsip ketelitian dan kehati-hatian agar proses penyelamatan Mutmainah bisa berjalan dengan lancar.

    "Ada 5 tim jadi yang kemarin selesai dari banjir kita kerahkan kesini semua kurang lebih 70 orang basarnas plus rescuer (tim khusus punya keahlian evakuasi orang dalam situasi terjepit)," kata dia.

    Saat ini Mutmainah telah berhasih dievakuasi sekitar pukul 07.00, Selasa, 6 Februari 2018. Mutmainah langsung dibawa ke RSUD Tangerang. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.