Satu Korban Longsor Terowongan Bandara Soekarno-Hatta Meninggal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses evakuasi korban longsor Underpass Jalan Perimeter Selatan Soekarno Hatta, Tangerang, 7 Februari 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni.

    Proses evakuasi korban longsor Underpass Jalan Perimeter Selatan Soekarno Hatta, Tangerang, 7 Februari 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni.

    TEMPO.CO, Tangerang - Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri, 25 tahun, satu dari dua korban tertimbun longsor di terowongan Bandara Soekarno-Hatta, akhirnya meninggal, Selasa pagi, 6 Februari 2018. Korban dievakuasi dari lokasi Underpass Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 03.00 tadi.  

    "Korban meninggal di rumah sakit setelah empat jam dievakuasi," ujar Kepala Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Ahmad Yusep Gunawan di lokasi longsor, Selasa, 6 Februari 2018.

    Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri adalah pemilik sekaligus pengendara mobil Honda Brio nahas yang tertimpa dinding terowongan yang longsor pada Senin kemarin pukul 17.45. Saat peristiwa terjadi, karyawan GMF Garuda ini bersama rekannya, Mukhmainah, 25 tahun, melintas di Jalan Perimeter Selatan dari Bandara Soetta ke Tangerang.

    Baca: Tertimbun Longsor 14 Jam, Mutmainah Berhasil Dievakuasi

    Yusep mengatakan Dianti adalah korban pertama yang dievakuasi dari kendaraan yang tertimbun longsor itu. Warga Serang, Banten, ini langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. "Saat diselamatkan, secara kasat mata, tidak ada luka-luka pada wajah, tangan, dan tubuh korban," ucap Yusep.

    Namun, saat dievakuasi, korban longsor terowongan Bandara Soekarno-Hatta ini memang dalam kondisi lemah. Sedangkan Mukhmainah, korban kedua, berhasil dievakuasi petugas pada pukul 07.00 tadi dan dilarikan ke Rumah Sakit Siloam, Karawaci, Tangerang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.