Begini Warga Kampung Pulo Keluhkan Makanan dan Air Akibat Banjir

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa bocah sedang bermain air di kawasan banjir Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa, 6 Februari 2018. TEMPO /M Julnis Firmansyah

    Beberapa bocah sedang bermain air di kawasan banjir Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa, 6 Februari 2018. TEMPO /M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, saat ini tengah menghadapi musibah banjir. Bahkan, di beberapa titik, ketinggian air mencapai dua meter. Hal ini mengakibatkan mereka kesulitan mengakses air bersih dan makanan siap saji.

    "Mau mandi dan minum susah, enggak ada air bersih. Belum ada bantuan makanan siap saji juga," ujar Ida Rohayah saat ditemui di lokasi banjir, Selasa, 6 Februari 2018, terkait dengan kondisi korban banjir di wilayahnya.

    Baca : Banjir Jakarta, Anies Baswedan Sebut Total 6.532 Jiwa Mengungsi

    Ida menjelaskan, rumahnya yang berada di RW 3, Kebon Pala, saat ini terendam banjir setinggi dada orang dewasa. Akibat hal itu, dia beserta suami dan tiga orang anaknya harus menumpang di rumah tetangga yang tidak terkena banjir.

    Selain itu, akibat banjir yang merendam rumahnya dari pukul 10.00 malam tadi, anak-anaknya harus bolos sekolah karena seragam dan perlengkapannya terendam banjir. "Pere dulu, Mas," ujarnya.

    Dari pantauan Tempo di lokasi, tidak ada posko pengungsian yang didirikan di sekitar Kampung Pulo. Beberapa warga juga mengaku "ogah" mengungsi karena takut kehilangan harta bendanya. Selain itu, mereka juga yakin air akan segera surut.

    Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan, pihaknya telah mengerahkan lima alat pompa untuk menyedot air di kawasan penduduk akibat banjir tersebut. "Kami akan tambah dua pompa lagi untuk kepengurusan air di sini," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.