Minggu, 23 September 2018

Mencegah Longsor, di Sebagian Puncak Akan Dibuat Terasering

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BPBD Kabupaten Bogor berusaha membersihkan material longsor yang menutupi jalur utama Puncak Bogor, Jawa Barat, 5 Februari 2018. Jalur Puncak, Bogor ditutup sementara akibat cuaca ekstrim yang mengakibatkan bencana longsor di empat titik di ruas jalan di Jalan Raya Puncak yaitu di seputaran Masjid Atta'awun, Riung Gunung, Grandhill, dan Widuri. ANTARA

    Petugas BPBD Kabupaten Bogor berusaha membersihkan material longsor yang menutupi jalur utama Puncak Bogor, Jawa Barat, 5 Februari 2018. Jalur Puncak, Bogor ditutup sementara akibat cuaca ekstrim yang mengakibatkan bencana longsor di empat titik di ruas jalan di Jalan Raya Puncak yaitu di seputaran Masjid Atta'awun, Riung Gunung, Grandhill, dan Widuri. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Ratusan petugas terus menangani longsor Puncak, di Kabupaten Bogor yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya masih tertimbun tanah.  Pemerintah berencana membuat terasering sebagai penanggulangan ancaman tanah longsor pada masa mendatang.

    Sejumlah bidang tanah yang dianggap rawan longsor, seperti empat titik yang longsor, akan dikupas.

    “Kami sudah mengetahui beberapa titik bidang gelincir tanah di longsoran dan lokasinya berada di atas," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono saat meninjau lokasi bencana tanah longsor di jalur Puncak, Selasa 6 Februari 2018.

    Baca juga: Tiga Dari Lima Korban Tertimbun Longsor di Maseng Ditemukan Tewas

    Basoeki mengatakan sejumlah titik bidang gelincir tanah longsor di sepanjang jalur kawasan wisata tersebut sudah dipetakan. Titik bidang gelincir di kawasan Gunung Mas, misalnya, ditemukan di bagian puncaknya.

    Assessment cepat yang akan kami lakukan adalah mengupas tanah bidang gelincir yang menjadi titik rawan longsor tersebut,” tutur dia. Selain itu, sejumlah bangunan atau warung yang berada di bawahnya diharuskan pindah.

    Basoeki menerangkan, pengupasan tanah akan memakan waktu sekitar satu minggu. Setelah proses itu selesai, tanah akan ditata dengan sistem terasering. "Setelah selesai pengupasan dan pembuatan terasering, selanjutnya kami akan mengerjakan pelebaran jalannya," ucapnya.

    Semua pekerjaan itu dijanjikan akan dilakukan dengan cepat atas pertimbangan dampak terhadap arus lalu lintas di jalur wisata tersebut. Menurut dia, pemerintah saat ini tengah mendata tanah aset kementerian atau badan usaha milik negara yang bisa digunakan sebagai tempat relokasi pedagang kaki lima. Begitu pedagang bisa direlokasi, pelebaran jalan dilakukan.

    “Tata ruang (wilayah) Puncak sudah berubah, sedangkan topografi masih seperti ini. Jalan (Puncak) tidak berubah dari dulu,” Basoeki menambahkan. Menurut dia, "Dana sudah ada semua, tinggal pelaksanaan penataan saja.”

    Sementara itu, polisi masih menutup total jalur Puncak bagi kendaraan roda empat dan roda dua akibat tanah longsor pada Senin lalu. Kemarin, longsoran tanah masih menutup badan jalan.

    Petugas gabungan dari berbagai instansi pun masih membersihkan jalan, juga menutup beberapa bidang tanah atau tebing dengan plastik. “Agar tidak terjadi longsor susulan,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor, Ajun Komisaris Hasby Ristama. Dia menambahkan, “Kami maksimalkan pekerjaan agar tanah yang menutup badan jalan bisa bersih sehingga dapat kembali dilalui.”

    Simak juga: Badan Geologi: Lokasi Longsor Puncak Berada di Daerah Merah

    Selain itu, pencarian serta evakuasi tiga orang yang masih hilang akibat tanah longsor masih dilakukan puluhan petugas penyelamatan dan pencarian serta kepolisian. "Sedangkan untuk pengamanan jalur, kami kerahkan sebanyak 60 personel dari Satuan Lantas Polres Bogor," kata Hasby.

    Sebagai jalan alternatif, ada jalur timur yang melewati Gunung Putri, Jonggol, Cariu, Sukamakmur, dan Taman Bunga Cipanas. Selain itu, ada jalur selatan dengan rute Ciawi-Sukabumi-Cianjur setelah jalan Puncak terjadi longsor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.