Cerita Detik-detik Produser RTV Korban Tabrak Lari Mobil Dodge

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Land Rover bernomor polisi B-2765-SBM yang diduga menabrak pengendara sepeda dan sepeda motor di Jalan Gator Subroto, Jakarta, Sabtu, 10 Februari 2018. Foto/Facebook

    Land Rover bernomor polisi B-2765-SBM yang diduga menabrak pengendara sepeda dan sepeda motor di Jalan Gator Subroto, Jakarta, Sabtu, 10 Februari 2018. Foto/Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Maulana Aditya, 29 tahun, menjadi korban selamat dalam tabrak lari mobil Dodge Journey hitam bernomor polisi B-2765-SBM di Jalan Jenderal Gatot Subroto, depan gedung LIPI, Jakarta Selatan, Sabtu, 10 Februari 2018. Aditya menjadi korban tabrak lari mobil Dodge Journey saat bersepeda bersama temannya, Raden Sandy Syafiek (36), sekitar pukul 06.20 WIB.

    Namun, Sandy yang berprofesi sebagai produser stasiun televisi RTV itu tewas karena luka yang cukup parah di bagian kepala, serta mengalami pendarahan. Saat itu Sandy terpental sampai 15 meter saat diseruduk mobil yang dikendarai pria berinisial M, yang telah menyerahkan diri ke Kepolisian Daerah Metro Jaya setelah delapan jam peristiwa tabrak lari tersebut.

    "Saya hanya mengalami luka ringan," kata Aditya seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Sub Unit Penegakan Hukum Polda Metro Jaya, Sabtu, 10 Februari 2018. Aditya menhttps://metro.tempo.co/read/1059756/dodge-journey-tabrak-lari-pesepeda-monumen-ghost-bike-didirikangatakan, dirinya kerap bersepeda bersama Sandy berkeliling Jakarta. Biasanya, sebelum bersepeda mereka berdua saling berkomunikasi melalui telepon selular.

    Pada hari kejadian, Aditya mengaku sempat merasa enggan untuk bersepeda. Tapi, karena mendapat pesan singkat dari Sandy untuk bersepeda, akhirnya mereka gowesan. "Tadi ada firasat, saya sudah malas (bersepeda). Kaya setengah hati mau berangkat sebelum bersepeda," ujar Aditya.

    Kebetulan pagi itu cuaca sedang cerah, Aditya dan Sandy akhirnya memutuskan gowes sepeda dari Pulo Gebang, Jakarta Timur, ke Slipi, Jakarta Barat. Saat kejadian, posisi Sandy berada di belakang kiri sepeda yang digowes Aditya. Jadi, Sandy lebih dulu diseruduk mobil Dodge Journey tersebut.

    Namun, mereka berdua tidak melihat mobil Dodge Journey yang menghantam dari belakang tersebut. "Begitu saya bangun mobilnya sudah tidak ada. Saya juga tidak melihat mobil yang menabrak," ucap Aditya.

    Jenis mobil baru diketahui setelah plat nomor kendaraan Dodge Journey tersebut terlepas karena menghantam mereka berdua. Aditya mengatakan, Sandy tidak bisa bangun dan terkapar di atas trotoar dengan luka di bagian kepala yang cukup parah. "Dari mulut dan hidungnya keluar darah banyak," ujar Aditya.

    Sandy dan Aditya sempat mendapatkan pertolongan pertama di rumah sakit. Namun, Sandy akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Jakarta, saat mau mendapatkan pertolongan. "Saat di rumah sakit nadinya masih ada. Namun, kata dokter, saluran pernapasannya sudah tidak befungsi. Dinyatakan meninggal," ujar Aidtya.

    Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan telah melakukan olah TKP Dodge Journey tabrak lari pesepeda yang melibatkan Aditya. "Total ada segmen yang kami potret. Satu segmen tadi berkisar delapan menit potongan dari kejadian tersebut," kata Budiyanto seusai olah TKP.

    Ia menuturkan olah TKP labrak lari menggunakan scanner tiga dimensi. Dengan menggunakan alat tersebut, penyidik bisa melihat potogan peristiwa secara animasi baik sebelum, saat dan sesudah terjadinya peristiwa tabrak lari Dodge Journey tersebut.

    Lebih lanjut ia menuturkan pelaku tabrak lari berinisial M yang menabrak Sandy sampai tewas menyerahkan diri ke polisi sekitar pukul 14.45. Hingga saat ini, polisi masih menggali keterangan dari pengemudi Dodge Journey itu. "Pengemudi mengaku panik setelah menabrak," ujar Budiyanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.