Polisi Jamin Keselamatan Biksu Korban Persekusi di Tangerang

Ilustrasi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Tangerang - Polisi menjamin keamanan dan keselamatan biksu Mulyanto Nurhalim yang menjadi korban persekusi di Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Tokoh lintas agama juga telah menggelar pertemuan agar masalah ini tidak meluas. "Sekarang kondisinya aman. Yang bersangkutan sudah beraktivitas normal," ujar Kepala Kepolisian Sektor Legok Ajun Komisaris Murodih, Ahad, 11 Februari 2018.

Mulyanto, 43 tahun, adalah biksu muda yang tinggal di Kampung Kebon Waru, RT 01 RW 01, Desa Babat. Ia hidup sendirian dan lebih sering mengasingkan diri di dalam rumah untuk berpuasa. Lelaki berkepala plontos itu hampir setiap hari kedatangan tamu dari luar desa. "Para tamu memang umat Buddha yang mengantarkan makanan untuk Mulyanto," ucap Murodih.

Pada 5 Februari lalu, ada sekelompok orang yang menemui Mulyanto dan meminta biksu itu meninggalkan Desa Babat. Alasannya, Mulyanto dianggap telah menyebarkan ajaran agamanya dan merekrut orang untuk menjadi pengikut Buddha. Insiden ini direkam dan diunggah ke media sosial, sehingga menjadi viral.

Untuk alasan inilah, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Legok menggelar pertemuan bersama tokoh masyarakat setempat. Dalam pertemuan itu dinyatakan Mulyanto berhak tinggal di Desa Babat karena memang penduduk asli daerah itu dan sudah memiliki kartu tanda penduduk yang sah. Selain itu, kediaman Mulyanto dipastikan bukan tempat ibadah. Umat Buddha yang sering datang ke rumah Mulyanto dipastikan bukan untuk beribadah, tapi hanya meminta didoakan.

Muspika dan tokoh masyarakat meminta Mulyanto tidak memasang ornamen keagamaan yang mencolok di kediamannya agar tidak mengundang kecurigaan. Dengan kesepakatan itu, insiden persekusi terhadap Mulyanto dianggap selesai dan kedua pihak sudah saling memaafkan.






Forum R20 Bali Bahas Persekusi oleh Pemeluk Agama Mayoritas

23 hari lalu

Forum R20 Bali Bahas Persekusi oleh Pemeluk Agama Mayoritas

Forum R20 Bali menyepakati bahwa istilah minoritas juga mesti dipandang dalam perspektif penderitaan atas diskriminasi dan persekusi.


Guru di Depok Dinonaktifkan Usai Sindir Rizieq Shihab Soal Holywings, Rekan Kerja Ungkap Kesehariannya

6 Juli 2022

Guru di Depok Dinonaktifkan Usai Sindir Rizieq Shihab Soal Holywings, Rekan Kerja Ungkap Kesehariannya

Rekan kerja guru di Depok yang sindir Rizieq Shihab soal penutupan Holywings kaget mengetahui Eni Rohaeni aktif di medsos.


Dituduh Fitnah Rizieq Shihab, Guru SD di Depok Dipersekusi Netizen

5 Juli 2022

Dituduh Fitnah Rizieq Shihab, Guru SD di Depok Dipersekusi Netizen

Setelah mengalami persekusi akibat cuitannya soal Rizieq Shihab, guru SD itu minta maaf kepada Rizieq dan pengikutnya.


Kasus Pelecehan Seksual: Pegawai KPI Masih Sangat Trauma

6 September 2021

Kasus Pelecehan Seksual: Pegawai KPI Masih Sangat Trauma

Kuasa hukum MS, Rony E Hutahaean, menjelaskan kondisi pegawai KPI itu imasih sangat trauma akibat pelecehan seksual dan perundungan bertahun-tahun.


Bentuk Bullying di Kantor, Apa Dampak, dan Cara Menghadapi Rekan Kerja Perisak

3 September 2021

Bentuk Bullying di Kantor, Apa Dampak, dan Cara Menghadapi Rekan Kerja Perisak

Lebih dari 60 juta pekerja pernah mengalami perisakan. Sebanyak 70 persen pelaku bullying adalah laki-laki, dan sisanya perempuan.


Setara Ingatkan Perpres Pencegahan Ekstremisme Tak Jadi Justifikasi Persekusi

18 Januari 2021

Setara Ingatkan Perpres Pencegahan Ekstremisme Tak Jadi Justifikasi Persekusi

Setara Institute mengingatkan aturan mengenai partisipasi masyarakat harus jadi perhatian dalam Perpres Pencegahan Ekstremisme.


Persekusi Anggota Banser NU, Beda Versi Pelaku dan Versi Korban

21 Desember 2019

Persekusi Anggota Banser NU, Beda Versi Pelaku dan Versi Korban

Hendra Aprianto mengaku bahwa insiden dengan dua anggota Banser NU yang terjadi pada Selasa, 10 Desember 2019 dipicu rasa kesal.


Wawancara Eksklusif: Begini Pelaku Persekusi Banser NU Hijrah

20 Desember 2019

Wawancara Eksklusif: Begini Pelaku Persekusi Banser NU Hijrah

Pelaku persekusi terhadap dua anggota Banser NU, Hendra Aprianto, mengaku sudah cukup lama bergabung dengan organisasi masyarakat atau ormas.


Wawancara Eksklusif: Kisah Pelaku Soal Awal Persekusi 2 Banser NU

20 Desember 2019

Wawancara Eksklusif: Kisah Pelaku Soal Awal Persekusi 2 Banser NU

Derseragam baju tahanan, Hendra Aprianto menceritakan detik-detik perisakan yang dia lakukan terhadap 2 anggota Banser NU di Depok kepada Tempo.


Menjelang Natal, Iran Tangkapi Umat Kristen

18 Desember 2019

Menjelang Natal, Iran Tangkapi Umat Kristen

Menurut sumber Al Arabiya, sudah menjadi kegiatan rutin aparat Iran menangkapi umat Kristen saat Natal.