Minggu, 19 Agustus 2018

Bocah SD Tewas Dibacok di Ciracas, KPAI Datangi Polres Jaktim

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mengunjungi Kepolisian Resor Jakarta Timur untuk mendalami kasus tawuran pelajar yang menyebabkan dua anak tewas dibacok. Salah satu pelajar yang tewas itu masih duduk di sekolah dasar, sedangkan korban lain adalah pelajar sekolah menengah pertama. 

    Jasra Putra, Komisioner KPAI, menyatakan keprihatinannya terkait dengan aksi pembacokan terhadap dua bocah di Jalan Gudang Air dan Jalan Puskesmas, Kampung Rambutan, pada Ahad, 11 Februari 2018. Pembacokan itu diduga dilakukan dua bocah lain pada saat tawuran.

    "Kami sedang mendalami dan melakukan koordinasi kepada Polres Jaktim terkait dengan peristiwa ini," ujar Jasra saat dihubungi Tempo, Senin, 12 Februari 2018.

    Ia menjelaskan, saat ini para pelaku sedang diperiksa pihak kepolisian. Selanjutnya, para pelaku akan dititipkan di rumah aman Kementerian Sosial.

    Kedua korban, DK, 14 tahun, dan MR, 13 tahun, tewas dibacok pada Ahad kemarin pukul 03.00 WIB. "Korban meninggal akibat luka tusuk senjata tajam di bagian punggung, leher sebelah kiri, dada sebelah kiri, dan leher depan," ucap Komisaris Wasiyem dari Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur saat dihubungi, Senin.

    Wasiyem mengatakan, menurut keterangan saksi, tawuran awalnya terjadi di Jalan Gudang Air. Di jalan itu, korban DK meregang nyawa saat masih menggunakan helm. Dari lokasi tersebut, terjadi aksi kejar-kejaran sampai Jalan Puskesmas dan menewaskan MR.

    Jasra berharap proses hukum terhadap para pelaku dilandaskan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Sebab, kata dia, para pelaku masih di bawah umur.

    Selain itu, ia berharap kejadian ini menjadi pengingat kepada semua pihak tentang pentingnya melakukan pengawasan kepada anak. Apa lagi, menurut dia, kekerasan yang terjadi pada anak biasanya terjadi di tengah-tengah masyarakat atau antara rumah dan lingkungan bermain anak. 

    "Karena itu, peran masyarakat sangat besar artinya dalam melindungi dan deteksi dini agar kejadian serupa tidak berulang," ujar Komisioner KPAI tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.