Selasa, 22 Mei 2018

Sandiaga Uno Mau Bangun Rusun Hibrida di Kumis Kupat, Maksudnya?

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya kuda-kuda Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pada saat berfoto bersama kader Oke Oce di Harapan Mulya, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Februari 2018. FOTO: TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gaya kuda-kuda Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pada saat berfoto bersama kader Oke Oce di Harapan Mulya, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Februari 2018. FOTO: TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan saat ini sedang menyusun penataan kawasan kumuh dengan konsep kemitraan, melibatkan partisipasi kelompok masyarakat sipil atau non-govermental organization (NGO) dan badan usaha.

    “Langkah baru dalam penataan kota yang lebih melibatkan masyarakat khususnya RW 17 di Penjaringan. Pertemuan ini merupakan  kemitraan masyarakat, pemerintah dan badan usaha. Kami mengundang unsur NGO yakni Huan Cities Coalition,”  klaim Sandiaga Uno di Hotel Borobudur pada Selasa 13 Februari 2018.

    Baca juga: Sebulan Tinggal di Rusun, Ini Keluhan Warga Eks Kampung Pulo

    Dalam proyek penataan itu, kata Sandiaga Uno, akses air dan sanitasi ada dalam satu paket. Selain itu bakal dibangun rumah susun atau rusun hibrida di  kawasan kumis kupat, singkatan dari kumuh miskin dan kumuh padat.

    “Tinggi bangunan sekitar 4 dan 5 lantai dan tidak pakai lift,” ujar Sandiaga Uno.

    Sandiaga berharap konsep rusun hibrida menjadi solusi daerah kumuh yang rentan terhadap permasalahan sosial dan kebakaran seperti di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

    Pemilihan kawasan Penjaringan sebagai uji coba karena sejak  Oktober 2017 telah ada pembicaraan dengan warga setempat. “Mereka mendukung kedua proyek tersebut,” ungkapnya.

    Sandiaga Uno menjelaskan nantinya akan ada konsolidasi lahan, yang mengabungkan kepemilikan tanah.  Untuk air bersih bakal didorong melalui PAM dan Palyja.  Masalah sanitasi ditangani PD PAL Jaya.

    “Kami berharap kemitraan ini bukan hanya CSR tapi berkelanjutan dan bisa direplikasi di daerah lain. Kami sudah mendata 16 kampung kumuh di Jakarta untum konsep ini” paparnya.

    Menurut Sandiaga selama ini warga dipindahkan ke rusun yang lokasinya jauh dari tempat tinggal asal. Kalau mengunakan konsep rusun hibrida, maka dibangunkan rusun yang ada di tempat mereka.

    “Mereka tidak terserabut dari ekosistem tempat tinggalnya yang telah berpuluh-puluh tahun. Nanti kami pastikan fasilitasi pendidikan ada dan peluang usaha juga terbuka,” ujarnya.

    Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Oswar Muadzin menyampaikan bahwa  baru pertama kali dilakukan penataan kawasan kumuh dengan konsep kemitraan.

    Prosesnya telah berjalan selama setahun. “Kalau ini berhasil maka akan menjadi contoh kota lain di Indonesia,”  ujarnya mendampingi Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Baasyir di Jaringan ISIS Indonesia

    Kelompok pendukung ISIS di Indonesia menjadikan Aman Abdurrahman sebagai pemimpin dan Abu Bakar Baasyir sebagai penasihat.