Selasa, 22 Mei 2018

Begini Posisi Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah korban pembunuhan satu keluarga yang menewaskan Emma (40), Nova (19 ) dan Tiara (11) masih dipenuhi warga di Perumahan Taman Kota Permai Periuk Kota Tangerang, tampak diberi garis polisi, Selasa, 13 Februari 2018. TEMPO/AYU CIPTA

    Rumah korban pembunuhan satu keluarga yang menewaskan Emma (40), Nova (19 ) dan Tiara (11) masih dipenuhi warga di Perumahan Taman Kota Permai Periuk Kota Tangerang, tampak diberi garis polisi, Selasa, 13 Februari 2018. TEMPO/AYU CIPTA

    TEMPO.CO, Tangerang - Pembunuhan satu keluarga di Tangerang terungkap setelah teman sepermainan Tiara, CK, mendatangi rumah korban untuk mengajaknya bermain. Pembunuhan ibu dan anak itu terjadi di Perumahan Taman Kota Permai 2, Blok B6 RT 05 RW 12 Nomor 5, Kecamatan Periuk, Jati Uwung, Kota Tangerang, Banten.

    Karena takut, CK lantas menceritakan kepada ketua RT, Pratomo, kalau Tiara sejak pagi tidak bermain. Pratomo dan Alwanto, tetangga Tiara, mengecek ke dalam rumah korban. Keduanya mendapati Emma, ibu Tiara, sudah tak bernyawa.

    Perempuan 40 tahun itu tertelungkup di kasur yang terletak di lantai mengenakan kaus lengan panjang putih dan celana hitam. Tangan kanan Emma merangkul jasad Nova, putri sulungnya yang berusia 19 tahun.

    Nova ditemukan mengenakan celana pendek dan kaus tanpa lengan. Sedangkan posisi jasad Tiara, 11 tahun, berada di samping ibunya. Mukanya ditutup bantal berbentuk boneka.

    Baca: Pembunuhan Satu Keluarga, Korban Dirawat Kerap Berucap Istigfar

    Ketika Alwanto mengecek ke kamar belakang, dia menemukan Muktar Efendi alias Pendi, suami Emma, meregang nyawa. Pendi ditemukan dengan luka bacok di leher dan perut.

    Namun nyawa Pendi terselamatkan dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang dan belakangan dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Peristiwa pembunuhan satu keluarga itu terjadi pada Senin sore, 12 Februari 2018, pukul 16.00. Korban disebutkan dibekap dan dibacok menggunakan sebilah senjata tajam.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Baasyir di Jaringan ISIS Indonesia

    Kelompok pendukung ISIS di Indonesia menjadikan Aman Abdurrahman sebagai pemimpin dan Abu Bakar Baasyir sebagai penasihat.