Kamis, 16 Agustus 2018

Penahan Longsor Belum Dipasang, Jalur Kereta Bandara Terancam

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Bandara Soekarno-Hatta yang kembali beroperasi melintasi terowongan longsor yang belum diperbaiki, Jumat 9 Februari 2018. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Kereta Bandara Soekarno-Hatta yang kembali beroperasi melintasi terowongan longsor yang belum diperbaiki, Jumat 9 Februari 2018. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Waskita Karya berharap bisa memasang sheet pile baja di lokasi longsor di Bandara Soetta (Soekarno-Hatta) untuk memastikan keamanan kereta bandara. Baja penahan longsor itu menurut rencana akan dipasang pada dinding terowongan Jalan Perimeter Selatan.

    PT Waskita Karya risau jalur rel kereta bandara yang berada di atas tanah yang longsor akan terancam. "Dikhawatirkan jika tidak segera dipasang akan menganggu jalur rel kereta karena terjadi penurunan tanah di bawah jalur rel," kata Humas Proyek Waskita Karya Daud Harahap saat ditemui di Tangerang, Selasa 13 Februari 2018.

    Berdasarkan fakta di lapangan, kata Daud, tanah dinding terowongan terus longsor dan terjadi penurunan permukaan tanah. Tanah longsor, kata dia, disebabkan oleh hujan yang deras dan mata air di bawah tanah. "Mata air ikut mempercepat proses pergerakan tanah."

    Baca: Longsor di Bandara Soetta, PVMBG: Bukan Bencana Geologi

    Waskita Karya, kata Daud, sudah menyiapkan dua metode penahan longsor di Bandara Soetta yaitu menggunakan sheet pile atau batu Bronjong." Semuanya sudah kami siapkan di lokasi," katanya.

    Hanya saja, kata Daud, Waskita Karya belum bisa melakukan pekerjaan karena belum ada izin dari kepolisian yang sedang menyelidiki kasus ini." Kami sifatnya menunggu izin."

    Sejak beberapa hari belakangan ini, Waskita Karya telah menyiapkan peralatan berupa empat unit ekskavator, satu unit crane, 68 lembar sheetpile dan Batu Bronjong untuk dipasangkan di dinding longsor.

    Berdasarkan pengamatan di lokasi, tidak ada aktivitas pekerjaan di sekitar terowongan rel kereta bandara yang longsor. Tumpukan sheetpile yang diletakkan di badan terowongan memperlihatkan kondisi terowongan yang acak-acakan.

    Bagian dinding yang longsor ditutup terpal berwarna biru. "Terpal berfungsi untuk menahan air hujan, untuk meminimalisir tanah longsor," kata Daud.

    Kepolisian Bandara Soekarno-Hatta masih menunggu hasil keterangan sejumlah ahli terkait dengan rencana pengoperasian kembali terowongan dan Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta. "Untuk memastikan underpass dan jalan Perimeter Selatan layak digunakan atau tidak," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Mirzal Maulana, Senin 12 Februari 2018.

    Polisi, kata Mirzal, telah melibatkan sejumlah ahli di antaranya dari Sucofindo untuk meneliti kelaikan konstruksi terowongan yang mengalami longsor pada 5 Februari lalu. Mirzal mengatakan belum bisa memastikan kapan terowongan dan Jalan Perimeter Selatan bisa kembali dilalui.

    Hingga saat ini penyidik Polres Bandara Soekarno-Hatta masih melakukan penyelidikan terkait penyebab runtuhnya dinding terowongan rel kereta bandara di Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta. " Sejauh ini proses masih berjalan,"kata Mirzal.

    Penyidik, kata dia, telah melakukan pemeriksaan longsor di bandara Soetta terhadap sejumlah pihak terkait seperti masyarakat sekitar terowongan, pihak Waskita Karya, PT KAI dan Avsec PT Angkasa Pura II." Untuk penyebab masih diperdalam,"katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.