Kamis, 16 Agustus 2018

Ahli Ilmu Sesat Bersaksi, Pengacara Jonru Ginting Bilang Keren

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Jonru Ginting saat mendengarkan keterangan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, 25 Januari 2018. Ia menjadi tersangka dugaan kasus ujaran kebencian melalui media sosial. TEMPO/Wildan Aulia Rahman.

    Ekspresi Jonru Ginting saat mendengarkan keterangan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, 25 Januari 2018. Ia menjadi tersangka dugaan kasus ujaran kebencian melalui media sosial. TEMPO/Wildan Aulia Rahman.

    TEMPO.CO, Jakarta – Saksi ahli ilmu sesat Muhammad Amin Jamaludin, yang dihadirkan oleh pihak terdakwa kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Jon Riah Ukur atau Jonru Ginting memuaskan pihak kuasa hukum.

    Berkali-kali pengacara Jonru Ginting, Abdullah Alkatiri, mengungkapkan kesaksian yang diberikan Amin  yang berusia 67 tahun itu keren dan sudah menyentuh substansi permasalahan.

    "Kesaksiannya keren. Dia sampai membawa buku sebagai bukti bahwa Syiah itu aliran sesat," ujar Alkatiri saat ditemui usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa, 13 Februari 2018.

    Baca juga: Kenapa Ada Saksi Ahli Kasus Buni Yani di Sidang Jonru Ginting?

    Amin, yang datang sebagai saksi ahli kemarin, terlihat membawa satu tas penuh buku-buku saat bersaksi di depan majelis hakim yang dipimpin oleh Antonio Simbolon. Berkali-kali ia terlihat menghampiri meja hakim untuk menunjukkan bukti Syiah merupakan aliran sesat dalam agama Islam.

    "Di Syiah terang-terangan dibolehkan untuk menikah kontrak (mut'ah) dan solat dengan telanjang. Ini tidak menyimpang dalam ajaran Islam," ujar Amin.

    Infografis: Cara-Cara Salat di Luar Angkasa, Seperti di Asgardia

    Jonru Ginting ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya pada Jumat, 29 September 2017. Jonru dilaporkan oleh Muannas Alaidid atas tuduhan ujaran kebencian karena menulis status di Facebook yang dinilai mengandung pelanggaran unsur suku, agama, dan ras.

    Simak: Kasus-Kasus Rizieq Syihab, Dari Otak Hansip Sampai Palu Arit

    Muannas juga menemukan unggahan Jonru yang mengandung sentimen terhadap individu. Jonru Ginting, kata dia, pernah mengajak umat Islam agar tidak salat di Masjid Istiqlal karena imamnya adalah Quraish Shihab.

    Kehadiran Amin di persidangan itu untuk menguatkan salah satu pernyataan Jonru di media sosial yang mengatakan Syiah merupakan ajaran sesat. Postingan tersebut diperkarakan karena dinilai menyinggung suatu golongan. Padahal, menurut Alkatiri, dalam hukum pidana, suatu hal yang sudah menjadi suatu kebenaran umum, tidak bisa diperkarakan.

    Dengan berakhirnya kesaksian Amin kemarin, pihak Jonru memiliki satu kesempatan lagi untuk menghadirkan saksi lain. Alkatiri menjelaskan, pihaknya akan memanggil anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan Mejelis Ulama Indonesia Pusat Abdul Chair sebagai ahli hukum pidana.

    "Harusnya dijadwalkan hari ini untuk bersaksi, tapi beliau sakitjadi di pindah ke Kamis besok," ujar Alkatiri, pengacara Jonru Ginting.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.