Minggu, 19 Agustus 2018

Tanah Retak 100 M di Berlan, Sandiaga Uno: Bukan Patahan Gempa

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswi sedang melintas di Jalan Kesatrian X, Matraman, Jakarta Timur, Rabu, 14 Februari 2018. Menurut pengakuan warga, aspal jalan ini retak hingga hampir ambrol akibat hujan yang turun pada Ahad malam, 11 Februari 2018. Tempo/M Julnis Firmansyah

    Seorang siswi sedang melintas di Jalan Kesatrian X, Matraman, Jakarta Timur, Rabu, 14 Februari 2018. Menurut pengakuan warga, aspal jalan ini retak hingga hampir ambrol akibat hujan yang turun pada Ahad malam, 11 Februari 2018. Tempo/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan jalan yang retak di kawasan Berlan, Matraman, tidak terkait dengan patahan gempa Jatinegara, yang disebut Badan Meteorologi, dan Geofisika (BMKG). Tim dari Pemerintah Provinsi DKI telah mengecek langsung jalan yang retak sepanjang 100 meter itu.

    "Tanah retak sudah dicek kemarin. Saya terhubung dengan teman-teman yang bersinergi dengan BMKG. Itu tidak terkait dengan patahan," ujar Sandiaga di Kinanti Building, Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Februari 2018.

    Pemprov DKI, kata Sandiaga , harus memastikan tidak ada kepanikan di masyarakat. Keretakan tersebut, kata dia, mungkin akibat pergerakan tanah. "Kami harapkan itu bisa direparasi segera oleh teman-teman Bina Marga," tuturnya.

    Baca: Sandiaga Uno Dapat Laporan BMKG Ada Patahan Gempa di Berlan

    Menurut Sandiaga , lokasi jalanan yang retak itu berada dekat aliran sungai, yang memang belum ada penyangga betonnya. Hal itu, kata dia, akan dipastikan dengan melibatkan ahli, seperti dari Institut Teknik Bandung. "Analisis apakah yang perlu disiapkan di sekitar aliran sungai supaya tidak terjadi susulan daripada pergerakan tanah di situ," katanya.

    Sebelumnya, Sandiaga mendapatkan informasi dari BMKG terkait dengan adanya patahan gempa di Berlan, Matraman, Jakarta Timur. BMKG meminta Pemprov DKI meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa di wilayah Jatinegara tersebut. "Ada patahan yang selama ini tidak aktif," ujar Sandiaga di Balaikota DKI, Selasa, 13 Februari 2018.

    BMKG mengunjungi Balai Kota DKI pada Senin, 12 Februari 2018. Sandiaga menyampaikan salah satu hal yang didiskusikan dalam pertemuan itu adalah patahan gempa di kawasan Berlan.

    Menurut Sandiaga, BMKG tengah mempelajari data dari 1916 mengenai pergerakan patahan tersebut. "Saya diberikan laporan untuk meningkatkan kewaspadaan di daerah sana," ucapnya.

    Sandiaga menyampaikan Kepala BPBD DKI Jupan Royter Tampubolon sempat menanyakan potensi gempa susulan setelah gempa Lebak kemarin. "Dan itu yang disampaikan oleh mereka," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.