Minggu, 19 Agustus 2018

Fachri Albar Pakai Dumolid dan Narkoba, Polisi Cari Dokternya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala kepolisian Jakarta Selatan (Kapolres) Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto membuka rilis penangkapan artis Fachri Albar di Mapolres Jakarta Selatan, 14 Februari 2018. Dari kediaman Fachri, polisi menyita satu plastik klip sabu dengan berat 0,8 gram, 13 tablet Dumolid, satu butir calmlet, alat hisap sabu, dan satu puntung ganja. TEMPO/Amston Probel

    Kepala kepolisian Jakarta Selatan (Kapolres) Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto membuka rilis penangkapan artis Fachri Albar di Mapolres Jakarta Selatan, 14 Februari 2018. Dari kediaman Fachri, polisi menyita satu plastik klip sabu dengan berat 0,8 gram, 13 tablet Dumolid, satu butir calmlet, alat hisap sabu, dan satu puntung ganja. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi akan mencari dokter yang menangani aktor Fachri Albar setelah pemain film Pintu Terlarang itu tertangkap menggunakan narkoba dan psikotropika dumolid. Kepada polisi, Fachri mengaku mengkonsumsi Dumolid untuk menenangkan diri dan dalam rangka rehabilitasi.

    "Nanti pasti akan kita cek dokternya siapa, mulai kapan, mana buktinya," ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Mardiaz Kusin di kantornya, Rabu, 14 Februari 2018.

    Mardiaz mengatakan akan memeriksa apakah benar ada dokter yang menangani Fachri dan apakah dia bersertifikat. "Jadi ini baru pengakuan sementara dari tersangka bahwasanya obat tersebut digunakan dalam rangka treatment tersangka," ucapnya.

    Baca: Fachri Albar Dicokok Ketika Asyik Pakai Sabu Pagi-pagi

    Polisi membekuk Fachri karena kasus narkoba di rumahnya di Serenia Hills, Cirendeu, Jakarta Selatan, pada hari Valentine, Rabu, 14 Februari 2018, pukul 07.00.

    Penangkapan itu diawali dari laporan masyarakat melalui program aplikasi online Qlue sekitar tiga bulan lalu. Dari aduan itu, polisi lantas melakukan pembuntutan dan profiling terhadap Fachri sebelum akhirnya melakukan penangkapan pada hari Valentine.

    Di rumah Fachri, kata Mardiaz, ditemukan beberapa barang bukti, antara lain satu plastik klip sabu-sabu seberat 0,8 gram, 13 tablet Dumolid, satu butir narkotik jenis Calmlet, dan beberapa alat hisap sabu-sabu berupa bong.

    Saat dilakukan pemeriksaan, hasil tes urine Fachri Albar positif sabu dan ekstasi. Padahal Fachri  mengaku terakhir mengonsumsi narkoba sekitar sebulan lalu. "Ketika dites urine, ini masih positif. Artinya, kami yakini bahwasanya yang bersangkutan baru saja menggunakan (narkotik) karena kan kandungan itu ada batas waktunya," tutur Mardiaz.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.