Kawasan Transit TOD di Bandara Soekarno-Hatta, Ini Tarifnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi terowongan perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta, Rabu pagi 7 Februari 2018 masih ditutup karena belum selesai dibersihkan dari longsoran. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Kondisi terowongan perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta, Rabu pagi 7 Februari 2018 masih ditutup karena belum selesai dibersihkan dari longsoran. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Angkasa Pura II akan membongkar underpass yang longsor dan menyiapkan fasilitas dan akses Bandara Soekarno-Hatta yaitu kawasan transit terpadu (TOD). Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Soekarno-Hatta Airport Erwin Revianto mengatakan PT Angkasa Pura II berencana membongkar dan memperbarui underpass yang longsor di Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta.

    "Salah satu yang kami siapkan adalah kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD) di Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta," ujar Erwin Revianto kepada Tempo, Selasa 20 Februari 2018.

    TOD, kata Erwin, adalah fasilitas berupa gedung yang nantinya berfungsi sebagai transit orang dan kendaraan yang akan masuk ke dalam Bandara Soekarno-Hatta. "Ini akses masuk komunitas Bandara (para pekerja di Bandara) dan pengguna jasa Bandara dari arah Tangerang," katanya.

    Akses masuk kendaraan disiapkan di TOD ini, kendaraan roda dua dipatok parkir Rp 5000 sehari penuh, sementara roda empat dikenakan parkir Rp 4.000 jam pertama dan Rp 3 ribu perjam berikutnya hingga 24 jam.

    Untuk tahap awal gedung TOD memiliki kapasitas parkir roda empat seluas 5.054 M2 yang dapat memuat 177 kendaraan. Sedangkan parkir roda dua memiliki luas 1.323 M2 berkapasitas 415 unit.

    Pengelola menggratiskan parkir kendaraan roda dua dan roda empat hingga 1 Maret mendatang, bertepatan dengan peresmian TOD. Sebanyak 500 kapasitas parkir sepeda motor disiapkan dan cukup membayar Rp 5000 seharian. Sementara untuk kendaraan roda empat, disiapkan 200 kapasitas dengan tarif Rp 4000 jam pertama dan Rp 3000 perjam selanjutnya selama 24 jam.

    TOD yang sudah diuji coba sejak 16 Februari dan resmi dioperasikan 1 Maret mendatang adalah salah satu fasilitas bagi pengguna jasa Bandara dari arah Tangerang yang akan ke Bandara Soekarno-Hatta.

    Pengunjung Bandara dari arah Tangerang cukup parkir kendaraan di gedung TOD, selanjutnya shuttle bus akan mengantarkan ke Stasiun Bandara tanpa dipungut biaya. Jika pengguna jasa Bandara hendak ke Terminal, dari Stasiun Bandara naik ke Integrated Building dan langsung naik Skytrain atau kereta layang Bandara.

    Kawasan TOD dibangun tepat di Pintu M1 Bandara yang ditutup sejak 2014 lalu karena pembangungan Kereta Bandara adalah akses teranyar untuk masuk Bandara Soekarno-Hatta. Selama ini, akses menuju Bandara Soekarno-Hatta bisa ditempuh melalui Jalan Perimeter Utara, Jalan Pembangunan, Rawa Bokor dan Jalan Tol Sedyatmo.

    Selain fokus pada uji coba TOD, PT ANgkasa Pura II juga akan mengerjakan desain baru underpass longsor di Bandara Soetta. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono yang meminta semua dinding atau turap rel kereta bandara dibongkar.

    Komite Keselamatan Konstruksi merekomendasi bahwa desain turap kereta bandara Soekarno-Hatta tidak sesuai dengan kaidah teknisnya, begitu juga untuk kontruksinya. "Oleh karena itu, underpass tersebut akan diperbaharui," kata Basuki di Jakarta, Senin 19 Februari 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.