Pendukung Rizieq Shihab di Markas FPI Mulai Berangkat ke Bandara

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surat persiapan penjemputan Rizieq Shihab yang asli dan hoax. dok.kepolisian banda Soekarno Hatta

    Surat persiapan penjemputan Rizieq Shihab yang asli dan hoax. dok.kepolisian banda Soekarno Hatta

    TEMPO.CO, Jakarta - Iring-iringan sepeda motor memenuhi Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Ada sekitar 20 motor dikendarai pria berseragam putih dengan logo perpaduan segitiga dan bintang berwarna hijau. Mereka pendukung Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam. 

    Pada pakaian mereka tertulis Front Pembela Islam. Salah satu pedagang di depan gerbang masuk markas FPI, Yeti, menyampaikan bahwa mereka mulai berkumpul sejak sore tadi.

    "Mau jemput Habis Rizieq ke bandara karena udah mau pulang," kata Yeti kepada Tempo, Selasa malam, 20 Februari 2018.

    BacaAhok Ajukan PK, Kubu Rizieq Shihab Bikin Manuver

    Tukang parkir Indomaret KS Tubun I Bambang pun menuturkan, para anggota FPI di Petamburan akan menuju ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Tadi sudah ada berapa gelombang rombongan yang jalan lebih dahulu menyusul kabar Rizieq Shihab tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu, 21 Februari 2018.

    Gabungan massa dari Persaudaraan Alumni 212 mempersiapkan penyambutan kepulangan pimpinan Front FPI Rizieq Shihab dari Arab Saudi setelah pergi sejak akhir April 2017. "Hingga terakhir saya berkomunikasi dengan beliau pukul 10.00 WIB tadi, belum ada satu kalimat pun beliau batal pulang," ujar Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif dalam konferensi pers di kantor Dewan Dakwah Islamiyah, Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Februari 2018.

    Slamet mengklaim ratusan ribu massa dari Persaudaraan Alumni 212 dari berbagai daerah akan datang ke Jakarta untuk menyambut Rizieq Shihab. 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.