Loko Kereta MRT Jakarta Sempat Disebut Mirip Jangkrik, Kini

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengecekan dan Uji Coba Kereta MRT Jakarta di Jepang, 19 Februari 2018. jakartamrt.co.id

    Pengecekan dan Uji Coba Kereta MRT Jakarta di Jepang, 19 Februari 2018. jakartamrt.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Nippon Sharyo akan mengirim dua rangkaian pertama kereta mass rapid transit  atau MRT ke Indonesia. PT Mass Rapid Transit Jakarta (MRT) Jakarta memesan 16 rangkaian kereta, dimana satu rangkaian berisi enam gerbong, kepada perusahaan Jepang tersebut.

    Selama proses pembuatannya, desain lokomotif kereta sempat berubah sekali. Pada Januari 2017,  Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono—ketika itu menjabat pelaksana tugas gubernur DKI Jakarta—meminta desain lokomotif kereta MRT diubah menjadi lebih aerodinamis. Menurut dia, desain awal lokomotif mirip jangkrik.

    Baca juga:

    Melihat Kereta MRT Jakarta Diproduksi: Tak Lagi Mirip Jangkrik
    Kereta Pertama MRT Jakarta Akan Tiba dari Jepang pada Akhir Maret

    Pemerintah DKI Jakarta pun mengirim perwakilannya untuk membahas perubahan desain lokomotif. Kini lokomotif dan gerbong MRT didominasi oleh warna biru. Sebelumnya, badan dan interior kereta berwarna hijau.

    Berikut ini beberapa spesifikasi kereta yang akan tiba pada akhir Maret 2018:

    Produsen: Nippon Sharyo, Jepang

    Dimensi: 20 x 2,9 x 3,9 meter

    Dominasi warna: biru dan abu-abu metalik

    Massa satu gerbong: 31-35 ton (dalam keadaan kosong)

    Bahan badan kereta: baja anti-karat

    Bahan jendela: safety glass yang mampu menyerap panas

    Kecepatan maksimum: 100 kilometer per jam

    Kecepatan saat operasional: 35 kilometer per jam

    Jumlah gerbong per rangkaian: 6 gerbong

    Kapasitas angkut maksimum per gerbong: 332 orang

    Kapasitas angkut maksimum per rangkaian: 1.950 orang

    Jadwal kedatangan: tiap 5 menit pada jam sibuk, tiap 10 menit di luar jam sibuk

    Sistem operasi: sistem operasi otomatis level dua

    Sistem persinyalan MRT: Communication-based Train Control (CBTC) yang dikendalikan dari ruang kontrol pusat

    SUMBER: PT MRT JAKARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.