Diminta Jemput Rizieq Shihab di Mekah, Ini Kata Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu kandidat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi undangan seminar yang digelar Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, 1 Januari 2017. (Twitter.com)

    Salah satu kandidat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi undangan seminar yang digelar Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, 1 Januari 2017. (Twitter.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi saran Pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaf agar dirinya menjemput Rizieq Shihab di Mekah.

    "O, gitu ya? Tidak ada tanggapan," kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 21 Februari 2018. Faizal mengatakan Rizieq Shihab akan kembali ke Indonesia jika Anies Baswedan yang menjemputnya di Mekah. "Anies punya hubungan kuat dengan HRS (Habib Rizieq Shihab) dan diharapkan dapat menjadi penjamin keamanan bagi dirinya," kata Faizal, Rabu, 21 Februari 2018.

    Lihat juga: Grafis Perjalanan Rizieq Membela Islam, Didukung Jenderal saat Mendirikan FPI  

    Sebelumnya, Rizieq Shihab dikabarkan pulang hari ini. Namun, melalui sambungan telepon kepada jemaah Masjid Baitul Amal, Cengkareng,  Rabu pagi, Rizieq Shihab menyatakan dirinya batal pulang ke Indonesia. Rizieq mengatakan sedang salat istikharah untuk menentukan apakah pulang atau tidak hari ini.

    Simak juga:
    Anies Baswedan: Anda Tahu Persis Gaya Saya

    Menurut Faizal, alasan mengapa Rizieq Shihab batal pulang, adalah sangat mudarat bila terburu-buru kembali ke tanah air. "HRS semakin sadar bahwa dirinya telah dijadikan penunggangan politik jahat oleh kelompok radikalis untuk menciptakan kegaduhan,” kata Faizal.

    “Selama elemen 212 tidak bersatu, maka Habib Rizieq Shihab tidak akan mau pulang, sebab HRS tidak ingin umat dibuat bingung serta terpecah bela oleh konflik kepentingan politik," ujar Faizal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.