Pemasok Narkoba Dhawiya Elvy Sukaesih Masih Satu Manajemen Artis

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dhawiyah Zaida menjadi artis ketiga yang ditangkap polisi dalam minggu ini karena memakai narkoba jenis sabu. Instagram.com

    Dhawiyah Zaida menjadi artis ketiga yang ditangkap polisi dalam minggu ini karena memakai narkoba jenis sabu. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi terus menelusuri jejaring narkoba yang membelit anak ratu dangdut Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida. Dhawiya diketahui sudah ketergantungan sabu sejak tahun 2010.

    Kepala Sub Direktorat 1 Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Calvijn mengatakan polisi baru mendapatkan informasi satu pengedar yang memasok sabu ke Dhawiya. "Sedang kami kembangkan kemungkinan ada pengedar lain yang juga memasok narkoba ke D (Dhawiya)," kata Calvijn, Kamis, 22 Februari 2018.

    Sejauh ini, kata Calvijn, polisi baru menemukan satu jaringan yang memasok sabu ke Dhawiya, yakni pria berinisial P, yang pernah satu manajemen dengan tersangka.

    Baca: Mengapa Dhawiya Elvy Sukaesih Konsumsi Sabu Sejak 8 Tahun Lalu?

    Dhawiya ditangkap bersama kekasihnya, Muhammad, dan dua kakaknya, yakni Syehan dan Ali Zaenal Abidin, serta Chauri Gita di rumah Elvy Sukaesih di Cawang, Jakarta Timur, pada 16 Februari 2018, pukul 00.30 WIB. Chauri Gita adalah istri Syehan.

    Kata Calvijn, Dhawiya ditangkap hasil dari laporan masyarakat. Setelah didalami, polisi awalnya menangkap Muhammad, dan akhirnya berlanjut kepenangkapan Dhawiya bersama kakak dan iparnya.

    Menurut dia, polisi tidak membedakan perlakuan baik artis maupun warga biasa dalam penyalahguaan narkoba. Penangkapan sejumlah artis memang berdasarkan laporan masyarakat kepada polisi. Jadi, kata Calvijn, polisi tidak membidik artis tertentu.

    Baca: Cerita Tetangga Soal Rumah Elvy Sukaesih Pasca Anaknya Digerebek

    "Kami memang sedang mendalami jejaring narkoba di kalangan artis. Namun, kami tidak melihat status karena semua berawal dari informasi yang kami tindak lanjuti."

    Kini polisi memburu P, yang masih buron. Setelah P tertangkap polisi akan terus mengungkap peredaran narkoba dari tangannya. "Jaringan lain masih akan kami dalami," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.