Jumat, 16 November 2018

Dhawiya Zaida Ditahan, Mengapa Elvy Sukaesih Belum Menjenguk?

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dhawiya bersama kekasih dan tiga kakaknya ditangkap Satuan Direktorat Reserse Narkoba Metro Jaya, pada 16 Februari 2018. Anak ratu dangdut Elvy Sukaesih itu ditangkap dengan barang bukti narkoba jenis sabu. Mereka diciduk di kediaman Elvy Sukaesih di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menetapkan mereka sebagai tersangka. Instagram.com

    Dhawiya bersama kekasih dan tiga kakaknya ditangkap Satuan Direktorat Reserse Narkoba Metro Jaya, pada 16 Februari 2018. Anak ratu dangdut Elvy Sukaesih itu ditangkap dengan barang bukti narkoba jenis sabu. Mereka diciduk di kediaman Elvy Sukaesih di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menetapkan mereka sebagai tersangka. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratu dangdut Elvy Sukaesih belum kunjung menjenguk anaknya, Dhawiya Zaida. Padahal, Dhawiya sudah mendekam di ruang tahanan Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya sejak Selasa, 20 Februari 2018.

    Dhawiya ditangkap bersama kekasihnya, Muhammad, kakaknya, Syehan, Ali Zaenal Abidin, dan iparnya, Chauri Gita, di rumah Elvy, di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat, 16 Februari 2018.

    "Kondisinya (Dhawiya) stabil. Keluarga memang belum ada yang membesuk," kata Kepala Subdit I Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Calvijn Simanjuntak, Kamis, 22 Februari 2018.

    Calvijn menuturkan, dua tersangka kepemilikan sabu, yakni Dhawiya dan Muhammad resmi ditahan. Sedangkan, tiga di antaranya direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi. Apalagi, Syehan juga menderita penyakit tuberculosis stadium tiga dan istrinya sedang hamil enam bulan.

    Adapun Ali, statusnya tidak ditangkap karena tidak ditemukan barang bukti. Namun ketiganya didorong untuk menjalani rehabilitasi karena positif menggunakan narkoba jenis sabu. Dhawiya Elvy Sukaesih diketahui telah mengonsumsi sabu sejak 2010.

    Terakhir, dia membeli dari tersangka yang saat ini masih buron, berinisial P. "Tersangka P pernah satu manejemen dengan D (Dhawiya),” ujarnya.

    Calvijn menuturkan, kuasa hukum dan keluarga Dhawiya Elvi Sukaesih telah ada upaya agar tersangka direhabilitasi. Namun keputusan tersebut baru bisa ditentukan setelah proses hukum ini selesai. "Nanti diserahkan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.