Alasan Polisi Bikin Tiga Ring Penjagaan Sidang PK Ahok

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di depan Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara jelang sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) Ahok, Senin 26 Februari 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    Suasana di depan Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara jelang sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) Ahok, Senin 26 Februari 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjagaan sidang permohonan peninjauan kembali (PK) Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin pagi, 26 Februari 2018, terbagi menjadi tiga ring. Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Komisaris Besar Roma Hutajulu mengatakan tiga ring pasukan tersebut terdiri atas 1.177 personel gabungan Polri dan TNI. 

    "Jangan ada senjata tajam dan senjata api yang masuk ruang sidang," ucap Roma saat memimpin apel di PN Jakarta Utara, Senin, 26 Februari 2018.

    Ring satu adalah penjagaan kepolisian di dalam Ruang Sidang Koesoemah Atmadja yang berada di lantai 2. Roma menyebutkan kapasitas ruang sidang itu hanya 50 orang.

    Baca: Sidang Perdana PK Ahok: Pendukung Ahok Bakal Penuhi Pengadilan

    Sedangkan ring dua dibagi menjadi dua, yakni ring 2A dan ring 2B. Ring 2A adalah penjagaan di lantai 2 PN Jakarta Utara, sedangkan ring 2B berada di lantai 3. Lantai 2 merupakan lokasi persidangan, sementara lantai 3 jalur evakuasi.

    "Kenapa ada dua ring di lantai 2 dan 3, karena, kalau nanti ada evakuasi, dua ring tersebut yang harus mengarahkan. Jalur evakuasi di lantai 3," ujar Roma.

    Lalu, ring tiga adalah penjagaan di luar PN Jakarta Utara yang bertugas menangani demonstran dari pihak pro dan kontra-Ahok. Roma menuturkan ada ribuan anggota pasukan gabungan Polri dan TNI yang menjaga jalannya sidang.

    Baca: Sidang PK Ahok, Polisi Antisipasi Kericuhan di PN Jakarta Utara

    Penjagaan di depan PN Jakarta Utara menjelang sidang permohonan peninjauan kembali (PK) Ahok sudah terlihat sejak pukul 06.00. Satu mobil barracuda dan empat mobil water cannon milik Korps Brigade Mobil terparkir di depan PN Jakarta Utara. Lalu lintas di Jalan Gadjah Mada yang sebelumnya normal pada 07.00 mulai padat di pukul 08.30.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.