Pengguna Sebut TOD Bandara Soekarno-Hatta Sudah Nyaman, tapi...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung transit terpadu atau Transit Oriented Development (TOD) di Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi akses baru ke dalam Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Gedung transit terpadu atau Transit Oriented Development (TOD) di Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi akses baru ke dalam Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang -Banyak pengguna Bandara Soekarno-Hatta menilai keberadaan Transit Oriented Development (TOD) yang kini beroperasi di Pintu M1 Bandara adalah akses alternatif yang ringkas dalam menjangkau Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    "Enak, gak perlu memutar jauh bisa hemat waktu, hemat uang juga," ujar Selly Laoemena, 37 tahun, seorang calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta kepada Tempo, Selasa 27 Februari 2018.

    Warga Binong Permai, Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang ini mengaku sejak TOD dibuka, ia lebih suka menggunakan fasilitas baru ini ketimbang berkendara melewati jalur yang jauh dan memutar untuk menjangkau Terminal Bandara Soekarno-Hatta. "Tidak perlu ribet bawa kendaraan lagi, tinggal turun depan TOD," kata Selly lagi.

    Baca : Gedung TOD Bandara Soekarno-Hatta Resmi Beroperasi Besok

    Eko Purnomo, 40 tahun pengguna jasa TOD berpendapat berbeda. Kekurangan dari TOD Bandara Soekarno-Hatta adalah tidak disediakannya area parkir kendaraan roda empat. "Semuanya roda dua, masih nanggung, akan lebih enak jika pengguna kendaraan roda empat juga di tampung," ujar Eko.

    Eko yang mengaku cukup sering ke Bandara untuk melakukan penerbangan ke luar kota memuji konsep TOD yang nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas penunjang." Ada kantin, tempat makan dan minum, Musala dan toilet, bagi saya itu sudah sangat lengkap," tutur Eko lagi.

    TOD fasilitas yang diperuntukkan bagi pekerja di Bandara dan pengguna jasa Bandara Soekarno-Hatta yang ingin masuk Bandara Soekarno-Hatta dari arah Tangerang. Akses baru yang mulai beroperasi secara bertahap ini juga bisa menjadi alternatif untuk menjangkau stasiun Bandara dan Terminal 1,2 dan 3 serta kawasan perkantoran Bandara Soekarno-Hatta.

    TOD merupakan kawasan yang dipersiapkan untuk transfer penumpang dari kendaraan pribadi ke dalam Bandara Soekarno-Hatta dibangun diatas kawasan seluas 6000 hektar, terdiri dari bangunan tiga lantai dan area parkir kendaraan. Gedung ini memiliki fasilitas toilet, Musala, gerai ATM, eskalator, lift area komersil, shuttle bus serta tempat menaikan dan menurunkan penumpang.

    Untuk biaya parkir kendaraan dipatok Rp 5000 untuk sepeda motor seharian. Sementara kendaraan roda empat, untuk sementara ditiadakan.

    Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan selain menjadi jalan alternatif, warga Tangerang punya keuntungan bisa naik kereta dan menggunakan fasilitas TOD. "TOD , sebagai jalan alternatif ditengah kritisnya kondisi jalan menuju Bandara Soekarno-Hatta, seperti Perimeter Selatan, Perimeter Utara dan Jalan Pembangunan," demikian Agus Haryadi.

    Menurut Agus, TOD akan mengurangi volume kendaraan di Bandara Soekarno-Hatta. Data jumlah kendaraan saat ini menyampaikan 6200 kendaraan." Angka ini diperkirakan terus melonjak mengingat jumlah pekerja di Bandara Soekarno-Hatta saat ini mencapai 50 ribu lebih," tutur Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.