Kalah Lawan Susi, Sandiaga Uno Prioritaskan Waduk Paling Tercemar

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno setelah meraih garis finish bersama dalam adu cepat di Festival Danau Sunter, Jakarta Utara, 25 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

    Gaya Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno setelah meraih garis finish bersama dalam adu cepat di Festival Danau Sunter, Jakarta Utara, 25 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah kalah adu cepat melawan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam Festival Danau Sunter, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji membersihkan 12 danau atau waduk di Ibu Kota.

    Menurut Sandiaga, pemerintah DKI memprioritaskan pembersihan danau dan waduk yang paling tercemar. “Salah satunya Waduk Pluit,” katanya di gedung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Rabu, 28 Februari 2018. Kondisi Waduk Pluit tercemar berat dan mengalami pendangkalan.

    Baca juga: Kalah di Lomba Danau Sunter, Sandiaga Uno Akan Bersihkan 12 Danau

    Menurut hasil survei terakhir Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, sekitar 57,75 persen situ dan waduk di Jakarta tercemar berat. Sisanya tercemar sedang 19 persen, ringan 21,25 persen, dan yang berkondisi baik hanya 2,5 persen.

    Sandiaga menambahkan, untuk mengurangi pencemaran situ dan waduk, setiap rumah, perkantoran, serta industri harus mengolah limbah lebih dulu sebelum membuangnya ke saluran air.

    “Simpel aja, kami bikin waste water treatment (pengolahan air limbah),” tuturnya.

    Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan menuturkan danau lain yang akan segera dibersihkan di antaranya Sunter Utara dan Sunter Selatan, Situ Tomang Barat, serta Wijaya Kusuma.

    Menurut Teguh, penampung air tersebut menjadi prioritas karena tingkat pencemarannya. Situ Tomang Barat dan Wijaya Kusuma, misalnya, kondisinya tercemar berat.

    Sebelum membersihkan danau dan waduk itu, Dinas akan menguji kembali masing-masing tingkat pencemarannya. Setelah itu, Dinas akan menghitung debit air di sana. “Baru kami gunakan aerator untuk menjernihkan limbah,” ujar Teguh.

    Dinas Sumber Daya Air juga akan melanjutkan pembangunan waduk yang sempat terhenti. "Karena sulit membuka waduk baru, kami menuntaskan pembangunan yang belum selesai," ucapnya. Waduk itu antara lain Kampung Rambutan I dan II, Brigif, serta Pondok Ranggon I, II, dan III.

    Tahun ini, Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno menganggarkan Rp 10,027 miliar untuk memelihara waduk, situ, dan embung. Sedangkan anggaran untuk pembangunan waduk, situ, dan embung sekitar Rp 75,33 miliar.

    ALFAN HILMI | IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.